Sabtu, 14 Oktober 2017

Berharap pada Manusia

Once I was very grateful for a bunch of bitter phase of life, that I didn’t mary this guy, with his overwhelming pride and such a stubborn ego. But at that moment once I did a bad thing to him by willing to change him into a reflection I saw in my own mirror and I confessed that it was a mistake, I’m so sorry, and I feel terrible for that. Now he’s with another woman, but hopefully, she could bring him to look over the world in variety of perspective, while I could not, and that’s good for him. But why?

“Lihatlah sesuatu dari berbagai sudut pandang, maka kamu akan mengetahui kebenarannya.” 

Aku akan berusaha untuk tidak tergesa-gesa dalam membenci sesuatu, karena bisa jadi sesuatu yang tidak kamu sukai adalah baik bagimu dan sebaliknya. Beberapa kali tuhan memberikanku sesuatu yang baik dengan cara yang tidak aku sukai. Once I put my trust over a  friend, and ended up with shit, but still bestfriends. That one friend that used to call you babe, but def would hurt you to win the game by herself, while I win when my team is winning (and she’s part of the team). And a bad teacher that made me feel so stupid, and seems so unreliable, while that one day I took over the number one ranking of entire school, and I thanked her for made me feel underestimated, I might won’t achieve it without her role. 

“ Jika kamu berharap pada manusia, maka niscaya kamu akan kecewa. ”

Semua itu membuktikan bahwa yang dapat kuandalkan adalah hanya diriku sendiri. Even kalau suatu hari nanti umurku sampai ke pernikahan, yang berarti aku akan menghitung kebutuhan dua orang sebagai satu kepentingan, maka aku nggak keberatan kalau kami harus menyingkirkan perbedaan gender dan kodrat alamiah manusia. Siapapun kamu calon teman hidupku, jika kamu membaca ini aku ingin kamu tau kalau aku akan jadi orang pertama yang kamu minta bantuan jika suatu saat kamu menemui kesulitan yang berarti dalam upaya melunasi hutang kehidupan. Walau untuk sekarang kamu masih terasa jauh dan belum ada bau-baunya, aku sedang berusaha untuk segera cukup untuk diri sendiri agar tidak perlu merepotkanmu kelak. Aku tidak ingin menjadi beban untukmu di keluarga kita. Just remember, janganlah kamu berharap banyak kepada manusia, sekalipun aku.

Belajar Seumur Hidup

So I’ve been spending my time in bed like all day for the past 3 months after a leg surgery. Yes, aku tidak dapat menggunakan kaki kananku untuk sementara waktu (dan aku udah bosen ngejelasinnya kenapa) yg membuat aku dengan terpaksa dirumah aja, dan nggak ngapa2in.

During “nggak ngapa2in” tersebut lama2 terasa mati gaya dan suatu ketika aku memutuskan untuk memakai organ tubuh yang masih aku miliki while mereka masih berfungsi dengan baik. Beberapa hari yang lalu aku baru saja membaca artikel yang menyebutkan bahwa otak manusia akan mencapai performa terbaiknya dalam usia 24 tahun, belum ku research kebenarannya tapi setelah kupikir2 mungkin aku mau mempercayai sepenggal kalimat tersebut cos I think the most valuable I have on my body is my brain, karena seluruh organ yang merupakan bagian dari tubuhmu dikendalikan oleh otak, Your mind tells your body what to do, ya, se-luarbiasa itu. Aku mulai memikirkan apa yg akan kulakukan dengan otak ini, sesuatu yang sekiranya akan bermanfaat untuk hidupku kedepannya. Aku mulai berpikir mengenai hal-hal yang sekiranya akan kubutuhkan dalam waktu dekat, it must be something related to my job as a finance staff, maka aku berniat untuk memperlajari kembali ilmu2 yang (seharusnya) aku dapatkan ketika aku duduk di bangku kuliah, akuntansi, manajemen keuangan, atau perpajakan yang aku agak menyesal karena tidak pernah kupelajari dengan baik pada waktu itu, noted.

Aku menyusun rencana belajar ku, apa yang akan aku pelajari setiap hari, dan juga bagaimana cara agar belajar ini tidak terasa membosankan. Lalu aku memutuskan untuk mempelajari hal baru yang sekiranya aku sukai, bahasa jepang. Selain inggris, jepang adalah urutan kedua bahasa asing yang aku sukai. Dulu waktu SMA aku pernah belajar bahasa jepang di sekolah tapi pas kuliah aku jarang menerapkannya lagi jadinya udah lupa, bahkan aku udh nggak bisa baca huruf hiragana ataupun katakana lagi. Aku mempelajari dasar2 huruf jepang dalam 3 hari, dan nggak berhenti sampai disitu, next aku akan mempelajari huruf kanji, yang nggak akan habis kamu pelajari seumur hidup, that’s kinda interesting karena setelah kudengar kalimat ini,

 “Selama masih ada hal yang bisa kamu pelajari, kamu akan menjadi pembelajar seumur hidup.“

While ilmu di dunia ini nggak akan pernah habis kamu pelajari sampai mati. I will keep learning for my whole life. Kemudian, bahasa asing ketiga yang ingin aku pelajari adalah arab, menurutku itu bagus untuk dipelajari karena imho dan kuakui aku bukanlah (atau belum bisa menjadi) seorang penganut agama yang taat. Tapi aku ingin percaya bahwa agamaku yang sekarang ini adalah yang terbaik dari semua agama yang ada di dunia. Aku melakukan sholat 5 waktu, tapi bodohnya, selama ini aku nggak paham dengan apa yang aku lafalkan dalam sholat tsb, mana aku ngerti bacaan ruku, itidal, sujud dan surat2 pendek itu artinya apa??? Aku bisa baca al-quran tapi mana aku paham alquran itu isinya apa??? itu terjadi begitu saja karena orang tua dan guru kita pun mengajari kita untuk melakukannya, caranya begini loh blablabla... yg harus kamu baca blablabla dsb. “Iqro” literally memiliki arti “Bacalah” tapi aku nggak mau baca cuma sekedar baca aja, aku ingin sholat dengan khusyuk dan berdoa seperti benar2 having a quality time with god, Aku ingin beribadah bukan karena disuruh siapa2 atau karena hanya sekedar tau dari berbagai sumber bahwa hal itu adalah wajib sebagai muslim, aku ingin beribadah dengan dasar sebagai penghormatan kepada tuhan sebagai penciptaku.

Saat ini umurku 23 tahun, aku nggak tau apa aku sudah bisa dibilang dewasa atau belum, tapi yg jelas, perubahan itu memang ada. Yang dulu kukira itu hal yg wajar, sekarang kupikir itu hal yg sangat bodoh. Kenapa aku nggak A, kenapa aku nggak B dari dulu? Aku sendiri belum pernah membuktikan kalimat bijak yang katanya "Nggak ada yg terlambat" tapi aku mau mempercayainya, nggak ada kata terlambat buat belajar. Dan aku cukup bersyukur bahwa agamaku menghitung belajar sebagai salah satu bentuk ibadah, dengan belajar seumur hidup berarti aku juga akan beribadah seumur hidup.

Kamis, 12 Oktober 2017

MOB (Matter of Beauty) Ulti-matte Lip Creme in Sunkissed

Hai, kali ini aku mau review produk lokal my holygrail of make up routine yaitu gincu, yesss I can't live without gincu πŸ’‹ langsung cuss review

Item: MOB Ulti-matte Lip Creme
Shade: Sunkissed

Packaging
Aku seneng banget sama packaging nya si mob ini, nggak kayak kebanyakan gincu lokal lain, si mob itu bikinnya niat banget, apalagi yg paling aku suka adalah chrome warna tutup Dan print Di bodi botolnya warna Cooper keunguan gitu, bikin lipstik ini nggak malu2in kalo dibawa Di make up pouch. Cantik banget deh pokonya ini salah satu gincu lokal dengan packaging ter the best yg aku punya 😘

Fragrance
Wanginya tu mirip wangi parfum soft yg powdery gitu, begitu buka tutupnya agak semerbak wanginya but it's no big deal karena aku nggak terlalu terganggu dengan wanginya.

Tekstur
Kalau ditelaah dari namanya lip creme, kukira teksturnya bakal agak creamy gitu tapi ternyata dy lebih encer, kalo aku bilang ini mirip banget sama ultra Matte nya colourpop. Keringnya cepet cuma butuh beberapa detik aja dy udah ngeset jadi Matte. FYI si mob ini Matte yg kering banget, finishing nya mirip la girl Matte gloss, jadi kalau kamu gasuka finish yg kering banget, then it's not for you.

Pigmentation
Pigmentasi oke banget, motivasiku beli lipstik ini yg paling utama adalah karena warnanya lucu Dan jarang ada gincu lokal yg shade nya orange peachy lucu begini. sekali celup udh bisa ngecover seluruh bibir. oiya, setelah diaplikasiin ke bibir warnanya akan turun satu tingkat lebih gelap tapi menurutku jadi lebih cantik daripada warna yg keliatan dari tube.


Staying Power
Seperti kebanyakan gincu setipe dead Matte gini, dy emg nempel banget Di bibir, tapi kalo dipakai makan, dy nggak langsung hilang tapi bolong2 πŸ˜… tapi dy nggak crack yg parah banget kok kali dipakai senyum, emg harus re apply tapi gabisa Di touch up. Dan rasanya lumayan berat Di bibir tapi aku nggak masalah karena warnanya cakepp banget, aku banget lah warnanya, bikin kulit sawo matang kyk aku gini keliatan lebih fresh. oiya dy ngapusnya harus pakai make up remover yg oil based karena dy sangat waterproof juga smudge proof.

Pros(+)
- Shade nya unik, bikin wajah keliatan fresh
- Pigmentasi oke
- Waterproof/Smudgeproof

Cons(+)
- Dead dry Matte
- Ngga bisa Di touch up, harus re apply

Overall
Aku suka, most of it paling suka sama warnanya, aku akan repurchase lagi kalau habis, ini aku beli dengan harga kalo gasalah 120.000 idr

Cukup segitu aja reviewan ku, Thanks for reading guys 😘

Rabu, 11 Oktober 2017

Menghilang?

Today, I just delete some of my soc-med accounts. Yea you can't stalk on me anymore πŸ‘Ώ

If you wonder why, beberapa hari lalu, aku membaca artikel yg mengatakan adalah fakta bahwa mengekspos tujuanmu kepada khalayak justru akan mengurangi semangatmu untuk mencapai tujuan tersebut. Kuakui fungsi sosmed bisa jadi sangat menyenangkan, bahkan dulu aku setiap berhenti di suatu tempat update, mau makan update, ketemu siapa update. Tapi sekarang aku jadi sadar kalau semua itu nggak ada artinya kalau hubunganmu dengan orang disekelilingmu nggak baik. Juga salah seorang teman baru saja melakukan hal yang sama dengan alasan "Too much distractions" Dan honestly, aku agak sedih karena aku nggak bisa ngepoin lagi #plak πŸ˜‚ but that was not a big deal anyway, karena kami cukup memantain hubungan pertemanan kami dengan baik.

Setelah hari itu, oke gak masalah selama kita masih bisa kontakan, berkat adanya media yang membunuh jarak, pokonya selama kamu masih di bumi, jarak bukan masalah toh kalau ada internet. And i'm just thankful for it, hontou ni arigotou technology!  tapi ternyata, beberapa hari setelah itu, rasanya jadi kangen, dan makin kangen hari ke hari, jadi pengen banget ketemu. Nggak masalah physically aku nggak tau rambutmu sepanjang apa sekarang, atau kamu udah kurusan apa makin gendut, tapi setelah kupikir2 ada hal yg membedakan aku dengan dunia, adalah aku tau kamu sedang mengusahakan sesuatu, aku tau gimana perjuanganmu, yang aku yakin seluruh dunia nggak tau dan mungkin nggak ada pengaruhnya juga buat aku, but I feel honoured for that. Menurutku itu adalah suatu pencapaian tersendiri, kalau orang lain mau share ceritanya sama kamu, Apalagi kalau kamu bisa jadi orang pertama yg akan dihubunginya untuk dimintain tolong atau sekedar sharing, kita jadi punya cerita.

Menurutku, saat ini sosmed bikin kita nggak punya cerita lagi, dan Let's say menuntut gengsi yang tinggi. Coba begini, salah seorang teman baik baru saja mendapatkan suatu pencapaian yg pamer-able, lalu dia update di sosmednya, kemudian beberapa teman baik mengucapkan "Congratulations... Etc etc." Dibalas "Thankyou" selesai. Dulu sebelum ada media, kita akan menghubungi orang terdekat untuk berbagi kebahagiaan. Coba bandingkan si A besok mau ujian, terus dy update "Wish me luck guys" versus ngejapri langsung "Guys, doain gw ya besok gw ujian" ke kitanya beda gitu rasanya. Tinggal pilih responnya akan menjadi sekedar "Ooh" doang atau "Iya kudoain lancar, I'd be happy for you" layaknya teman yang sesungguhnya.

Well, beda cerita kalau maybe we got some secret admirers you don't know or you know it, definitely, beberapa orang dianugerahi fisik yang sempurna atau bakat Dan skill yg menarik perhatian orang banyak seperti kebanyakan selebgram yg punya ribuan followers, which aku juga setuju kalau disebut fans dan nggak sedikit dari mereka yang mendapatkan pendapatan dari situ dan itu bagus buat mereka, but not for me. Exposing your purposes untuk jadi konsumsi publik biar seluruh dunia tau, padahal bisa jadi hal tsb nggak ada manfaatnya baik bagi kita sendiri ataupun dunia. Oke lanjut ~

Setelah kuhapus akun2ku, atau lebih tepatnya aku nonaktifkan, untuk sementara, berarti akan mengurangi wawasanku mengenai berita penting yang seharusnya seluruh dunia tau, dengan cara yang tidak membosankan. Tersisa dua akun (sebenarnya 3 sama facebook yang pengen banget aku hapus tapi aku udah lupa password dan emailnya apa karena aku bikinnya pas masih alay, maafkan) yang pertama twitter yang sedari 2 tahun lalu nggak kusentuh lagi. Dan nonaktif untuk 30 hari kedepan dari hari ini, yang katanya akan terhapus selamanya kalau aku nggak login. Tapi nggapapa kalau aku lupa, berarti itu memang campur tangan semesta. Dan satu lagi instagram, though aku punya beberapa akun ig dan aku seneng banget pakai ig terutama untuk belanja dan update make up terbaru hehe, untuk update beberapa issu penting, Dan hal2 yg aku suka aja. Yang oleh karena itu hanya memfollow ig olshop, kumpulan fakta, atau trend make up, page hewan lucu, everything about art etc, nggak ada akunya, nggak ada teman2ku, biar aku taunya hal-hal yang menurut mereka penting dan butuh aku untuk tau aja. 

Nah, untuk memfasilitasi hal itu, aku masih punya beberapa cara menghubungiku secara langsung, salah satunya lewat blog ini, yang tadinya aku khususkan buat review beauty products, tapi sekarang juga jadi wadah menampung pendapatku sendiri, buat dibaca sendiri (karena nggak akan ada yg baca juga πŸ˜…) ketika aku merasa buah pikiranku ini lebih baik disimpan sendiri aja. Terus, selain itu via chat (Line atau WhatsApp) atau email kalau urusan formal. Pokonya aku nggak hilang kok, aku disini kalau kamu butuh apa-apa, katakan saja apa yang bisa aku bantu.

Mengutip kata-kata "Hal paling berharga yang dapat diberikan seseorang kepadamu adalah waktunya. Karena ia takkan pernah kembali, hargailah." - unknown. Aku jadi merasa hubungan kami jadi semakin berkualitas, Hidupku jadi lebih damai karena tidak disibukkan dengan pencitraan demi mendapatkan pengakuan dunia yg sebenarnya aku nggak butuh. Simply i don't need your thumbs up on my photos, but i would be so much glad if you just talk to me personally, asking how's-life things, having a quality time together. I would really really appreciate that.


Minggu, 10 September 2017

Review Movie: Doukyuusei, Salah Satu Hal yang Penting dalam Hidup Gua

Percaya nggak percaya, gw udah muter anime ini lebih dari 30x dalam sebulan yang artinya gw nonton anime ini lebih dari sekali dalam sehari, nggak ngerti lagi dah. Ini adalah sebuah keputusan yang surprisingly nggak gw sesali soalnya tadinya gw download ini tanpa mengetahui synopsis dari ceritanya, gw lagi iseng buka lk21 terus entah kenapa gw kepincut sama posternya yang simple nan bersih. Ditelaah dari judulnya Classmate dan dua orang laki2, gw kira ini ceritanya adalah tentang persahabatan atau something inspiring gitu, ternyata ini anime yaoi alias gay romance. Sempet underestimate dan males nonton awalnya tapi yauda deh gw terusin aja, pertama kali nonton biasa aja. Biasaaaaa banget, terus entah kenapa gw kepengen muter lagi, terus gw baru notice kalau anime ini bikinnya serius banget. Dan lets say it’s deep ~
Doukyuusei

Ceritanya tentang dua anak sma di sekolah khusus cowok yang kasmaran, ada dua karakter utama yg pertama namanya Kusakabe Hikaru (Beyan), anak gaul gitaris band berwajah rupawan digandrungi cewek-cewek. Dan Sajou Rihito, yg disukain sama si beyan, murid yang terkenal pintar tapi cupu nan introvert di sekolah. Mereka cinlok karena mereka teman sekelas (Doukyuusei).

Gw suka banget sama gimana ceritanya ini menggambarkan suasana yang sederhana missal kayak waktu si beyan nganterin sajou satu payung berdua, terus waktu si sajou datang ke konser nya beyan, terus waktu beyan udh punya sim dan mereka boncengan berdua naik motor dll yaa silahkan ditonton sendiri ~ Then, gw suka banget sama karakter suara dubbernya sajou or kusakabe, both are perfect! Suaranya bikin adem bener, dan lagi karakter gambar ala nakamura asumiko ini manly banget walopun romance yak, jadi nggak menye-menye kesannya.  Cuma yg bikin gw rada gemes, dy open ending padahal gw masih mau nonton, duh sumpah kalo ini series gitu pasti gw bisa seharian nonton ini doang. Tapi untungnya dy ini punya sequel manga setelah mereka lulus SMA namanya Sotsugyosei.

Di sequel nya yang kedua gw kurang suka karena karakter Hara-sen nya banyak dan intens pengen sama sajou, gw kan senengnya liat sajou sama beyan aja, jangan sama hara-sen udah tuaa haha. Di sotsugyosei masih sama, hal2 sederhana yang biasa dilakukan pasangan remaja pada umumnya missal waktu sajou n beyan kencan di cafΓ©, terus si beyan bawain bekal buat sajou, terus si beyan ketemu sama ibunya sajou dll. dan endingnya si beyan bilang ke sajou kalau nggak apa2 ldr dulu, dy bilang nanti kita akan menikah di umur mereka yang ke 20. Hueeeeeeee I really cant wait, ahelah jadi gemas~

Oiya, disini yg cowoknya itu si beyan, while sajou digambarkan sbg cowok yg agak lemah secara fisik, bahkan ada scene sajou sempat pingsan gitu Di kereta, anime ini ada lucunya juga, walopun gak sebanyak romance nya, nggak ada adegan ena-ena nya kok, paling banter cuma ciuman Dan itupun nggak ada bunyinya kyk mukbang wkwkw, jadi masih oke lah buat ditonton cowok.
Kusakabe Hikaru (Beyan)
Favorit!

Kesimpulannya gw suka anime ini melebihi kesukaan gw pada death note yang keren itu, gw nggak ngerti kenapa, gw hampir nggak punya bagian favorit cos I like every single thing about this anime termasuk lagu2nya. Sebenernya Cuma ada dua lagu sih, tapi ada sepenggal lagu nya ZGOK (band nya beyan) pas lagi konser di kichijouji, kalo tu lagu beneran ada pasti gw udh donlot. Ceritanya tu padahal deket sama kehidupan gw juga nggak, secara udah bukan jaman gw lagi teenage romance begini. Dan pada dasarnya gw emg gak suka romance, gw tau anime romance tu bejibun tapi entahlah nggak menarik buat gw. I feel like it’s really touching, dan gw suka nyetel ini dikala gw melakukan hal lain kayak pas lagi belajar di kamar, atau pas lagi gabut cuma sekedar scrolling2 handphone, anime ini selalu ada di flashdisk gw dan selalu nancep di tv. Dan gw berharap bangetttt next sotsugyosei bakal diadaptasi jadi anime juga plissssss. Sori yak, kalau reviewan gw jelek ini pertama kali gw review bahan tontonan, gw ngerasa ini penting direview soalnya anime ini udah jadi salah satu hal yang penting dalam hidup gw hahaha. Umur gw saat ini 22 tahun dan nggak tau sampai kapan gw akan berhenti nonton anime, mungkin nggak akan berhenti sampai gw tua dan punya cucu, then gw gabisa bayangin kalau nanti cucu gw masih bocah terus cerita ke ibu atau ayahnya “nenek lagi nonton anime” hahaha ^^

Sabtu, 09 September 2017

Review: Olay Total Effects 7 in One Day Cream Gentle

Hai, kali ini aku mau review singkat produk perawatan wajah dari olay. Sebenernya aku beli ini udah lama cuma aku bosen terus ganti sana ganti sini sampai akhirnya balikan lagi sama si olay ini. Sebelumnya aku pake krim wajah dari sensatia, emang lembap sih tapi setelah 1 bulan pemakaian kalau habis cuci muka kulit wajahku jadi kering banget dan bikin foundation cakey hiks T,T jadi aku balik lagi ke si olay ini.


Aku pakai olay total effects yang gentle tanpa pewangi dan tanpa SPF. Walaupun ini day cream tapi aku pake ini siang malam. Dan aku baru sadar kalau aku cocok banget pakai ini, kulit wajahku yg tadinya di bagian pipi kering kerontang flaky, patchy, nggak okedeh aja dipakein ini baru beberapa hari udah sembuh. Terus aku juga gak ngalamin purging/breakout apa2 pokonya enak aja pake ini. FYI jenis kulitku oily dan sedikit sensitive. Terus aku suka dy bikin kulit keliatan glowing, kalau pakai ini terus ditimpa compact powder atau two way cake yg ringan udah perfect deh buat sehari2, nggak bakalan cakey seharian, pokonya love, loooove it!

Entah kenapa ya si olay ini punya image anti aging yang kental, usiaku saat ini 22 tahun dan teman-teman sebayaku nggak satu dua orang yang heran kenapa aku pakai olay. soalnya kata mereka kalau pake ini berasa disamain sama ibu2 wkwkw ~ tapi kalian pasti udah pada tau kan kalau krim anti aging itu dipakai di masa peralihan dari muda ke tua untuk mempertahankan kemudaan (bahasa lau) dan menunda penuaan.

Oiya aku pernah pake serinya olay total effects yang day cream with spf tapi aku nggak cocok, jadi balik lagi ke si gentle ini. Kedepannya aku mau nambah krim malam natural white dan cream cleansernya. Cukup segitu dulu review an ku, maaf pendek soalnya aku lagi gak mood nulis tapi info ini berasa penting aja gt setelah aku ngaca dan notice my skin is getting better with olay total effects day cream gentle :D aku pasang foto wajahku jujur saat ini, bare face, no filter
Pardon my bentol digigit nyamuk sebelah idung XD
thanks for reading gaes  πŸ˜˜

Senin, 21 Agustus 2017

Review: Wet n Wild Photofocus Foundation #Golden Beige

Hai all, kali ini aku mau review produk foundation drugstore dari wet n wild. Motivasiku beli foundie ini adalah karena Di YouTube banyak yg review foundie ini walaupun review nya mostly b aja, tapi aku ttp penasaran karena aplikatornya kayak spatula, aku belom punya foundie yg coleknya pake spatula kyk gini (plz penting banget xD) let's move to the review ~
Wet n Wild Photofocus Foundation Golden Beige

Packaging & Scent
Produk ini dikemas dalam botol kaca persegi yg ukurannya menurutku pas digenggam, aku seneng banget dengan kemasannya ini terlihat flat sekaligus elegant dari depan. Terus dy punya aplikatornya celup kayak spatula plastik gitu, ini memudahkan kita yg gamau tangan belepotan kena foundie. Wanginya ini kalo kataku hampir nggak ada bau parfumnya ya, dy slightly tercium aroma kimia tapi nggak lebay jadi oke lah still fine ~


Consistency
Dy punya tekstur yang agak encer gitu, best dipakai menggunakan beauty blender. Tadinya kukira kalau foundie encer kyk gini dy akan berangsur2 menjadi matte, tapi ternyata engga, dy ttp moist kayak BB cream tapi versi lebih coverage, coverage nya sendiri medium Dan dy bisa dipakai beberapa layer  (Buildable). Aku suka foundie yg gak terlalu Matte gini karena kalau keringetan dy nggak bikin wajah jadi dekil n de kumel.
Shade nya keterangan Di punggung tanganku karena tanganku lebih gelap daripada wajahku.

Shade
Aku beli ini online Dan aku cuma mengandalkan shade chart Dan telaah nama shade nya. aku punya warna golden beige, oiya kalau kamu punya kulit yellow undertone foundation yg ada embel2 golden nya kemungkinan besar akan cocok Di kulit kamu. Dan warna si wet n wild ini match banget sama tone kulit aku, pas gitu shade nya mencerahkan tapi nggak lebay, kalau diliat warna dari luar botol kayak putih gitu warnanya tapi pas di aplikasiin ke wajah warnanya jadi match dengan warna kulit. Oiya kalau kamu test dibaurin Di tangan gitu, dy akan terlihat shimmer yg rada kenceng, tapi pas dipakai Di wajah nggak terlalu keliatan kok, masih oke lah buat daily
Kiri foundation applied - Kanan bare face

Kiri foundie + Compact powder - Kanan Foundie only

Staying Power
Karena dy ini nggak Matte Dan menurut aku terlalu shiny kalau dipakai single tanpa set pakai powder, aku pakainya tambahin compact powder Matte n poreless dari Maybelline dan dy cukup ngecover pori2 dibawah Mata disamping hidung, jadinya smooth Dan oil control nya lumayan oke. Tapi karena dy medium coverage rasanya jadi agak berat kalau dipakai daily. Buat occasion tertentu foundie ini bisa banget bikin kulit wajah ready for make up. Aku akan simpan ini buat jalan2 Di siang ataupun malam hari karena dy nggak mengandung SPF yg berarti aman buat foto pakai flash hehe ~

Overall aku suka banget sama foundie ini, terutama karena shade nya yang pas buat kulit orang Indonesia. Dan dy nggak menimbulkan whitecast berlebihan. Oke banget dipakai malam hari. Repurchase yesssss banget. tapi entah kapan ini abisnya ya, karena aku nggak akan pakai ini tiap hari, aku mau pakai ini kalau aku lagi ke acara yg bisa full make up. aku beli ini Di tokopedia dengan harga 98.000,- thanks for reading gaes 😘

Minggu, 20 Agustus 2017

Review: Pixy Cover Smooth Two Way Cake

PIXY COVER SMOOTH

Hai gaes, kali ini aku mau review produk drugstore yg kamu pasti udah nggak asing lagi dengan merk Pixy, nah fyi mungkin bbrp kalian belom notice kalau si pixy ini adalah produk buatan Indonesia dengan lisensi dari jepang. Aku tu jarang banget beli produk drugstore lokal (oops) tapi ada beberapa pertimbangan knp aku akhirnya memutuskan buat beli bedak ini, langsung aja ke review nya yuk ~
Pixy cover smooth
Packaging
Nah, jadi faktor utama aku beli ini tu adalah packagingnya. Untuk bedak aku suka banget model case yg dibukanya dari samping kyk gini, nggak kayak kebanyakan bedak lokal yg bukanya ke atas kyk handphone flip gitu, menurutku kalau kacanya melebar gini akan lebih memudahkan kita buat liat sudut kecil kayak ujung Mata terus bisa lebih dekat sama wajah kita juga kacanya jadi lebih gampang kalo buat touch up alis. Terus menurutku ukurannya pas Di tangan, enak digenggam gitu kacanya lumayan besar Dan kemasannya simpel n sleek gitu  ada ukiran bunga2nya cantik deh nggak malu2in kalo dibawa2 wkwkw. Terus wadah bedak bagian dalamnya itu bukan yg biasa terbuat dari lempenga logam gitu, dy kyk plastik warna coklat dan nggak di lem jadi gampang banget buat ngangkat atau mau ganti2 refil bedak dari case nggak perlu dicungkil pakai sendok, ditebalikin aja dy jatoh, jadi hati2 ya ~ terus dy punya spons itu tebal dan pori2nya besar, kayaknya bakal lebih enak kalo spons ini dibasahin dulu. tapi aku blom coba pakai ini dlm keadaan basah ntar aku apdet lg. terus bagian belakang tempat spons ini ada lubang2nya lumayan besar agar si spons ini bisa bernafas Dan nggak lembap.




Tekstur & Wangi
Wanginya floral enak Dan kalo udh nempel Di wajah pun masih bisa kecium wanginya kayak setengah jam gitu tapi aku nggak terganggu dengan itu. Teksturnya agak keras Dan kalau diliat kasat Mata ada kyk shimmernya halus gitu, tapi pas nempel Di wajah nggak keliatan, oiya fyi buat kmu yg takut keliatan lebay kalo pake bedak yg ada shimmernya, shimmer itu nggak akan keliatan kalau kena cahaya outdoor, tapi kalo dari jarak deket Dan kena lampu baru keliatan. Jadi kalau kamu berkegiatan Di luar ruangan jangan takut keliatan lebay, shimmer itu bisa bikin wajah terlihat lebih cerah. Dan menurutku shimmer Di bedak Pixy ini pas buat outdoor ataupun indoor.

Shade
Pixy cover smooth ini punya 5 warna, aku punya shade Paling gelap no.5 light caramel, tadinya aku mau beli yg nomor 4 natural peach tapi lagi habis Dan sisa ini aja, drpd penasaran yauda aku beli aja. pertama kali liat warnanya aku udah desperate duluan karena warnanya gelappp banget apalagi case nya putih gitu jadi kontras sama warna light caramel ini, tapi pas aku pakai nggak segelap yg aku bayangkan kok, masih masuk Di skin tone aku yg Indonesia banget. oiya warnanya ini akan oxidize sekitar 20 menit pasca pemakaian awal Dan warna ini bikin sekitar bibirku rada greyish, so aku mau coba warna yg lebih light next time.
Pixy cover smooth no.5 light caramel

Kiri after application - Kanan bare face

Performance
Kesan pertama pas aku pakai ini Di bagian pipi samping hidung aku yg pori2nya lumayan gede, abis pakai pelembap langsung aku timpa pakai bedak ini (ini bukan bedak tapi TWC ya genks) pori2ku lumayan tersamarkan tapi nggak bikin wajah jadi flat,  terus dy juga lumayan nutupin aku punya telangi (pembuluh Sarah yg terlihat Di pipi) nggak cakey sama sekali, natural banget deh ini pas buat sehari2 Dan cocok buat teenage. Oil control nya juga oke, sekitar 5 jam gitu kira2, tapi dy masih kurang oke buat touch up (nggak Buildable) oiya karena dy sponsnya tebal Dan berongga kalau pakai ini jangan dioles, tapi ditepuk2 aja Dan jangan pelit2 nyicil bedak buat dapat hasil yg flawless Di wajah, kalau aku pakenya sekali cocok buat ngecover kulit sebesar spons nya jadi kira2 untuk seluruh wajah aku butuh 6 - 8 kali cocol.

Overall
Aku cukup puas dengan produk ini karena dengan harga semurah ini (aku beli ini dengan harga 37.000,- kalau refil nya sekitar 25rb an) liat kualitas nya worth the price so much. absolutely aku akan repurchase tapi dengan warna yg lebih light.

Review: Seger Snow Vanishing Cream & Seger Snow Moisturizing Cream Pink

Hai, kali ini aku mau review produk pelembap multifungsi dari Seger Snow, sebenernya aku beli ini karena nggak sengaja ada Di etalase toko kosmetik waktu aku mau beli bedak. Krim ini adalah produk pelembap multifungsi, aku mikirnya ini bakal kayak semacam Viva Skinfood atau Nivea Creme. Mirip nggak ya? langsung aja cek review nya yuk ~
Seger Snow Vanishing Cream

Item: Seger Snow Vanishing Cream (30gr) & Seger Snow Moisturizing Cream Pink (35gr)

Packaging


Seger Snow vanishing cream (kuning) dikemas dalam beberapa kemasan, tapi yg aku beli ini yg Jar Kaca. Tutupnya dari kayak Bahan semacam kaleng gitu, terus desainnya juga effortless, kuning biru yg mengingatkan ku kepada krim hazeline jadul, nothing special tapi entah kenapa produk yg luarnya kyk gini justru jadi data tarik buat aku karena kesannya dy nggak jual packaging, yg penting isinya. Nah kalo yg pink dy ada dua kemasan yg satu Di Jar plastik gini, yg satu Di tube (untuk cream aku lebih suka kemasan Jar daripada tube).


Fragrance
Kerjanya punya wangi yg hampir mirip, wanginya floral soft kayak bedak bayi. Yg pink wanginya lebih flowery dibanding yg kuning.
Seger Snow Moisturizing Cream

Tekstur
Keduanya punya tekstur yang mirip, tapi sedikit beda kalau yg kuning pas pertama kali buka Jar nya, dy kayak butter yg ditaro Di kulkas, tapi pas kita colek, dy jadi melting encer, nggak thick sama sekali. While yg pink teksturnya lebih lunak dan pas dioles dy kayak shiny Dan memantulkan cahaya kebiruan. Dua2nya cepat menyerap Dan finishnya kesed (Matte) nggak berasa lembap sama sekali. Bagi sebagian orang ini adalah nilai plus karena sama sekali nggak greasy, which mean bakal cocok untuk sebagian besar orang Indonesia yang kulitnya cenderung oily kombinasi. Beda banget sama viva Skinfood atau Nivea Creme yang concern buat ngelembapin. Buat yg nggak suka viva Skinfood/Nivea Creme yang menurutku juga terlalu greasy kalau dipakai Di wajah, boleh dicoba deh si Seger Snow ini

Efek
Kiri Seger Snow kuning - Kanan Seger Snow pink

Perbedaan utama diantara si kuning Dan si pink ini adalah dari concern nya. si kuning mengklaim dirinya adalah pelembap tok. Sedangkan si pink punya fungsi tambahan Mencerahkan. Kalau aku liat dari komposisinya hampir semua komposisinya si kuning ada Di komposisinya si pink, si pink punya komposisinya lebih banyak Dan salah satunya ada Waltheria Indica Extract yg aku gak tau itu tanaman apa tapi kalau aku liat Di Google dy adalah agen whitening. Walaupun si pink lebih komplit, tapi entah kenapa aku lebih suka sama yg kuning (mungkin karena aku lelah dengan krim embel2 membutuhkan hoho) Aku nggak ada rencana buat menjadikan keduanya skincare rutin aku, karena aku beli ini cuma keisengan belaka, kalau bagus ya syukur, nggak juga nggak nyesel. Untuk itu aku akan pakai si kuning buat day cream, base sebelum BB cream/foundation untuk 1 minggu ke depan, Dan si pink aku pakai buat di punggung kakiku yang belang.

(Nanti ku update hasilnya ya)

Rating (Nanti ku update)
Repurchase? (Nanti ku update) ini masing-masing harganya cuma idr 5.000,-  aku beli ini Di galleri cantik @ tokopedia Thanks for reading gaes 😘

Sabtu, 29 Juli 2017

Review: Sensatia Botanicals Indian Fig Finishing Dream Cream

Halo gaes, kali ini aku mau review produk moisturizer buatan lokal yang bisa dibilang high-end kalau dibandingin dengan produk kosmetik lain yang bisa kita dapatkan dengan mudah di supermarket, watsons, guardian dkk (drugstore).

Sensatia Botanicals Indian Fig Finishing Dream Cream

Aku tertarik beli ini karena pertama sebelumnya aku emang belum pakai moisturizer yg berbentuk cream, regime aku selalu ku tutup dengan essence, lalu kedua akhir2 ini aku udah kurang tertarik dengan produk yg punya embel2 whitening. Sekarang aku lebih tertarik dengan Cream yg punya embel2 hydrating, rejuvenating, atau renewal dsb yg intinya adalah menyehatkan kulit. Nah produk dengan embel2 kyk gitu  biasanya mudah kita temukan pada produk anti aging, umurku 22 tahun, tapi aku merasa sudah saatnya aku menggunakan produk anti aging, aku pernah baca artikel, produk anti aging itu harusnya dipakai pada saat kita menjelang tua, bukan pas udah terlanjur tua. Apalagi dulu aku pernah pakai cream pemutih gajelas yang belakangan aku baru tau kalau dy mengandung mercury & HQ yg bahaya buat kulit, so aku mikirnya kulit wajahku ini udah lebih tua dari umurku hiks πŸ˜‚ ketiga, aku lelah dengan produk yang mengobral banyak janji kyk Mencerahkan dalam 2 minggu dsb, keempat aku lagi seneng dengan cream yang bahannya natural, so langsung aja ke review nya kuy ~

Item: Sensatia Botanicals Indian Fig Finishing Dream Cream
Netto: 65gr
Packaging
Nah, ini jadi faktor yg paling penting dalam menentukan aku bakal beli apa nggak, soalnya entah kenapa ya aku merasa cream itu nggak afdol kalau wadahnya itu nggak bentuk jar, apalagi kalau bahannya kaca kyk gini keliatannya lebih mahal aja gt hehe ~ Dan lagi aku bisa liat dan ngira2 dari review beauty blogger sebelum aku membeli suatu produk itu teksturnya kira2 bakal kayak apa. Cream ini dikemas dalam jar coklat bening gitu, terus ada dus nya, bernuansa hijau mirip produk2nya Antipodes. Walaupun nggak travel friendly tapi aku suka banget jar nya, isinya banyak Dan terkesan serius.

Fragrance

Wangi adalah salah satu faktor yg dijual dari produk ini, sampai dy bilang "Pure heaven" scent mix of vanilla, tamarind, sandalwood, lavender & patchouli. Wanginya pas ngendus pertama itu lebih ke rempah kayak kunyit asam gitu, lama2 baru kecium vanillanya aku coba oles ditangan wanginya awet banget, tapi pas aku apply ke wajah nggak terlalu awet wanginya. Buat org yg gasuka wangi rempah pasti akan sedikit terganggu, tapi buat aku wanginya ini unik dan enakkk deh aku suka 😘

Tekstur
Sensatia Botanicals Dream Cream

Faktor kedua dalam menentukan aku bakal beli cream ini atau nggak, eh bukan kedua deh, ya pokonya Cream itu kemasannya harus jar (kalau bisa kaca) dan teksturnya harus creamy, rich, dan kalau bisa sedikit buttery/balmy, kalau dibalik nggak tumpah, walaupun kulitku oily sebenernya nggak cocok pakai cream yg kyk gitu tapi aku suka, malah nggak suka sama yg gel dan terlalu light gitu. Terus kalau bisa warnanya jangan putih, yg rada kuning atau cream gidu ~ Entah kenapa ya sekarang aku punya patokan yang aneh dalam memilih cream hoho ~ aku cuma nemu 2 postingan blog mengenai Cream ini, Dan kuliat sepertinya teksturnya oke juga. First impression about the consistency is, tadinya aku berekspektasi kalau Cream nya akan lebih buttery, tapi ternyata nggak se buttery yg aku bayangkan. Coleknya gampang Dan ketika diaplikasikan ke kulit teksturnya ini spreadable, pakai dikit aja udah bisa sewajah, ketika diratain dy mirip butter yg melting, which bakal cocok banget Di kulit kering atau buat aktivitas Di ruangan ber AC. Aku ngerasa dy agak greasy Di kulitku waktu awal pakai ini karena emang kulitku kan oily combination, jadi rada lama nyerapnya sekitar 15-20 menit gitu lah, setelah menyerap kulit akan terlihat dewy ala2 Korea gitu. terus kayaknya aku butuh pakai toner dulu sebelum pakai Cream ini agar kulitku prepared well buat ditimpa Cream yg thick kyk gini.

Efek

Cream ini tidak menjanjikan apa2 selain melembapkan tok. Secara ya ingredients alami nya memang punya khasiat melembapkan, so kesannya dy cuma jasa untuk bikin bahan2 alami tersebut agar pemakaiannya lebih praktis, which I think it's smart! Dan lagipula kalau kulit itu lembap, dapat terhidrasi dengan baik maka tampilannya juga akan cerah pula ~ nggak ada sensasi tingling gitu pas aku pakai ini, tapi dy juga nggak calming, soalnya aku tu tiap sore, pasti muncul kayak merah rada gatal gitu di pipi aku, pas aku templokin Cream ini, dy nggak ngeredain gatalnya. So aku nggak berharap Cream ini bisa magically merubah keadaan kulitku jadi so wow atau gimana gitu, tapi aku berharap agar kulitku cocok sama formulanya dan memang dasarnya aku nggak punya masalah apa2 yg ingin kubetulin pada wajahku, aku cuma pengin merawat kulit wajahku agar selalu sehat dan tidak luntur keelastisitisisan (😝) nya oleh waktu aka menunda tanda2 penuaan πŸ˜†

Pros(+)
- Bahan2nya natural
- Truly melembapkan

Cons(-)
- Untuk segelintir orang, wanginya akan mengganggu
- Nggak meredakan iritasi

Rating: 7.5 out of 10
Repurchase? Untuk saat ini no, tapi aku mau pakai ini sampai habis, let's see karena aku masih punya banyak list face cream yg aku penasaran pakai hehehe ~ Aku beli cream ini seharga 240.000 di greenshop shopee. Thanks for reading gaes 😘

Update: Setelah sebulanan pakai ini nggak ada 1/3 nya, aku notice pipi ku jadi kering banget kalau habis cuci muka, jadi kesimpulan ku, krim ini kurang cocok Di aku :3 emang bener dy melembapkan tapi pas dipake aja, kalau dicuci kulit wajah jadi malah lebih kering daripada sebelumnya, sedih hue ~ Jadinya sisanya krim yg wanginya heavenly ini kupakai buat body butter aja deh sip.

Selasa, 25 Juli 2017

Review: Emina Green Tea Latte Face Mask

Halo, kali ini aku mau review masker wajah dari salah satu brand lokal yaitu dari Emina. Aku tertarik beli ini karena namanya, (plz πŸ˜‚) habis namanya "Green Tea Latte" terdengar manis mihihi πŸ˜† mana tau kayak sbux gitu wanginya kan bakalan enak, bener mirip nggak ya, let's move to the review ~

Item: Emina Green Tea Latte Face Mask
Netto: 60ml

Packaging


Nggak ada yg spesial dari packagingnya, tube biasa layaknya face wash pada umumnya, Di bagian dalamnya ada seal foil untuk menjamin kehieginisan (bener gak tulisannya?) isinya.

Fragrance

Tadinya aku berekspektasi tinggi bahwa dengan mengusung nama "green tea latte" Masker ini wanginya akan seperti minuman green tea, tapi ternyata aku salah vesar sodara sodaraa... pas kecium wanginya menyengat banget Dan wangi ini Persis banget sama wangi obat nyamuk semprot merk H*t yang mahal banyak 😭😭😭 sebenernya wanginya enak sih, bener green tea gitu, pas aku beli obat nyamuk greentea itu kyk enak gitu pas nyemprot, tapi karena Di pikiranku wangi ini udah identik dengan obat nyamuk, aku jadi agak gimanaaa gitu kalo dipakein masker, berasa nemplokin obat nyamuk ke muka, huft sedih 😒

Tekstur

Tekstur Masker ini kayak gel warna hijau mint gitu tapi pas diolesin, jadi bening warnanya. Menurutku sih tekstur kayak gini lebih cocok kalau Masker ini jadi Masker peel off, Sampai aku baca lagi anjuran pemakaian produknya, bener kok dy ini cukup dibilas dengan air. Pas udah diratain di wajah terus aku kipas2 ademmm banget rasanya enak, terus aku juga suka ngaca ngeliatin tampilan wajahku while apply masker ini, glossy2 gimana gidu ~ nah while Masker ini sedang otw (aku beli online) aku iseng2 baca review beauty blogger Dan banyak banget yg bilang kalau ini tuh susah ngebilasnya, maka dari itu aku siasatin dengan membilasnya menggunakan kapas yang sudah dibasahi air hangat2 kuku, Dan aku tidak menemukan permasalahan yang berarti dalam dunia bilas-membilas masker 😁 Kalau ada kyk lengket2 setelah dibilas, biarin aja dulu beberapa saat nanti dy akan kering sendiri, kesannya jadi kayak mask sheet gitu yg ekstraknya nya meresap ke kulit hoho ~

Emina Green Tea Latte Mask

Efek

Yang aku rasain setelah pakai Masker ini, aku ngerasa kulitku jadi halus, nggak kering Dan nggak lembap juga pas deh. Lucu juga ni Masker ~

Pros(+)
- Unik (Masker gel tapi dibilas)
- Menghaluskan
- Kering/Lembap nya pas

Cons(+)
- Wanginya kayak obat nyamuk πŸ˜‚

Rating 6.5 out of 10
Repurchase? No. Sebenernya aku beli produk ini barengan sama apricot scrub (yang nanti bakal aku review juga) dan tadinya aku beli Masker serupa yg beda varian; grapeseed olive. Tapi begitu aku pesen yg grapeseed sedang out of stock, kapan2 aku mau coba Varian itu. Sebenernya Masker ini bagus-bagus aja, cuma wanginya itu loh annoying πŸ˜‚ coba aja wanginya tu beneran merepresentasikan "Green tea latte" yg sebenernya, wangi soft pahit-pahit enak gitu, pasti aku bakal repurchase. Sekian review dari aku, thanks for reading gaes 😘

My Night-time Skincare Routine

Hai gaes, kali ini aku mau review produk apa saja yg biasa aku pakai as my before-bed routine. Menurut aku merawat kulit Di malam hari itu penting, karena kulit kita punya banyak waktu untuk regenerasi as long as kita tidur. So, jangan sampai melewatkan malam tanpa macak yes ~

1. Ovale Micellar Water


Aku biasa pakai ini kalau pas sampai rumah untuk bersihin make up. Sebenernya aku biasa pakai Micellar Water nya garnier tapi karena aku kapan hari liat ini produk baru Di guardian, terus penasaran sama ovale punya karena harganya gak beda jauh sama garnier dan isinya lebih banyak which kuharap dy sebagus garnier tapi ternyata nggak ekeke πŸ˜‚ yaudin lah ya aku mau abisin ini dulu deh abis itu baru aku beli garnier lagi, sebenernya produk ini efek membersihkannya bagus, 11-12 sama garnier tapi aku kurang suka sama wanginya yg kyk asem2 fermentasi gitu tapi nggak seger, terus aku juga menomorduakan ini dibanding garnier karena si ovale ini punya embel2 magnolia extract yg Di klaim bisa membantu Mencerahkan wajah, entahlah ya aku lebih suka pakai produk yang concern sama satu fungsi, contohnya kayak micellar water ini, aku beli dengan ekspektasi kalau dy bisa maksimal dalam hal membersihkan tok aja udah cukup, untuk Mencerahkan aku bisa dapat dari krim malam, begidu ~

2. Hadalabo Gokyujun Ultimate Moisturizing Face Wash


Setelah aku bersihin wajah dari make up aku bilas wajah pakai ini, walaupun katanya micellar itu gak perlu kena air lagi udah bersih, tapi kurang afdol aja tetep kalo nggak kena sabun πŸ˜… Aku suka produk ini soalnya habis pakai ini dy terasa kesat bersih gitu tapi kulit wajahku nggak kering. Biasanya kalau face wash yg nggak bikin kering tu kan sensasinya licin, nah ini enggak. Lav it πŸ’œ Oiya cerita sedikit ya sebelum pakai ini aku pernah pakai produk face wash hadalabo lain yg tamagohada + make up remover tapi kulitku malah jadi beruntusan karena dy bikin kering, terus kalau nggak salah pernah juga pake trial kit yg shirojyun (whitening) terus nggak cocok, aku lupa nggak cocok nya kenapa hehe maap πŸ˜…. Nah tipe kulitku tu cenderung oily tapi aku cocok pakai produk dengan embel2 moisturizing kyk gini, karena sesungguhnya minyak yg mumbul Di kulit itu adalah buah dari kulit yang kurang terhidrasi, dan minyak adalah cara kulit kita melindungi diri, so kita alangkah baiknya bantu juga salah satunya dengan menggunakan produk yg memberikan kelembapan jadi si kulit nggak memproduksi minyak berlebih.

3. Viva Air Mawar


Biasanya kalau aku udah pulang terus habis Mandi sore jam 6 an gitu, Dan udah sekalian cuci muka juga pas Mandi, aku biarin wajah aku polosan gitu aja sampai waktunya tidur, biasa aku tidur jam 10, nah diantara jam 6 s/d 10 itu biasanya kulitku udah mulai minyakan lagi tu sedikit, untuk menyiasatinya aku pakai viva air mawar ini sebagai toner, aku pakein ke kapas gitu kayak pake toner beneran. Aku pake ini sebagai toner karena aku belum menemukan produk yg literally toner yg bener2 cocok buat kulitku. Oiya aku skip step ini kalau aku pulang2 udah malem atau udah waktunya maskeran (aku maskeran 3 hari 1x) aku maskeran sebelum tidur, bilas, habis itu aku timpa pakai rangkaian Skincare berikut;

4. Laneige White Plus Renew Original Essence


Aku biasa pakai produk ini untuk single use hehe. Walaupun namanya essence yg harusnya dy dipakai bareng sama krim malam. Tapi aku pakai ini sebagai krim malam, aku beli produk ini karena ceritanya tu gini, suatu hari aku pernah dapat tester serum best seller dari innisfree yang katanya bagus, tapi pas aku coba Di kulitku dy terlalu lembap Dan nggak ada efek mencerahkan, aku mau pakai skincare yg udah "jelas" aja sekarang soalnya dulu aku pernah pakai skincare gajelas yg beneran bisa bikin putih tapi itu jelas bahaya karena dy pakai hq which bisa merusak kulit, emang sih jadi putih, tapi kalau nggak sehat ya percuma nanti pas tua nya jadi jelek loh ekeke ~ terus aku beli ini juga niatnya untuk merawat, karena aku nggak punya masalah yg berarti dengan kulit wajahku, aku cuma pengin kulitku jadi lebih sehat hehe. Anyway jadilah aku searching2 deh Skincare sejenisnya yg bisa "Mencerahkan" mencerahkan loh ya, bukan memutihkan. Then ketemulah si laneige ini yg ada embel2 "white" nya, aku kena racun banget setelah aku baca review an dari femaledaily hehe, langsung aku beli si laneige ini Dan aku coba beberapa minggu rutin pakai tiap hari, Dan hasilnya beneran cerah πŸ˜† aku ngerasa bersihan pakai ini, terus aku juga gak ngerasain ada efek samping timbul jerawat atau semacamnya pokonya pakai ini kulitku berasa sehat, cerah, suka deh ~ tadinya aku niat kalau essence ini cocok Di aku, aku mau beli krim nya juga, tapi so far aku rasa pakai ini aja kulitku udah bagus kok, ya aku mau pakai ini aja lah terus hehe πŸ˜† Oiya ini satu hal yg aku bingung dari si laneige ini, aku kan beli essence ini yg kemasan trial isi 10ml dengan harga 45 ribu. Karena aku ngerasa cocok Dan udah niat mau rutin pakai, aku penasaran dengan produk full size nya, tapi ternyata pas aku searching, full-size nya tu isinya 40ml. kalau beli versi mini nya 45.000 x 4 = 180.000 berarti kan full-size nya nggak jauh2 dari kisaran 180 ribu kupikir, Dan ternyata harganya 400 ribu gaes omg 😢 entah laneige ini tu versi "mini" which itu merupakan strategi pemasaran mereka agar konsumen berpikiran bahwa kita cukup pintar dengan membeli 4x size mini dibanding 1x full-size atau produk ini memang ditujukan untuk "trial" Dan not for sale sehingga harganya jauh lebih murah dibanding full-size nya, tapi kalau dibilang trial produk ini Di salah satu olshop udah terjual ratusan pcs, masasih produk trial bisa supply banyak? 😢 Tapi terserah deh as long as produknya bagus, toh itu jadi menguntungkan Dan memudahkan konsumen dari berbagai lapangan untuk pakai produk doi hehehe 😁 Oiya, produk ini juga tersedia versi botol pipet, tapi namanya beda, Di belakangnya ada tambahan EX yg katanya itu adalah formulanya yg baru Dan Di klaim better than formula lama yg dikemas dalam botol pump kyk punyaku yg ini. Terus juga barusan aku liat Di web laneige rangkaian white plus renew ini udah nggak ada Di web Dan diganti dengan rangkaian white dew. Kalau yg white renew ini udah habis Di pasaran aku mau beralih ke white dew, nggak mau pindah ke lain hati pokonya urusan krim malam ➡ laneige! 😁

5. Laneige Water Sleeping Mask


Sebenernya aku masih kurang paham apa bedanya sleeping mask dengan krim malam. toh dipakainya sama2 sepanjang tidur malam Dan gaboleh dipakai bersamaan. Kalo gasalah, kalo sleeping mask itu cuma boleh dipakai sekitar 3 hari sekali, terus bedanya sama krim malam, kalo pake sleeping mask besok pagi pas bangun kulit akan terasa lebih baik, kalo begitu kenapa nggak tiap malem aja kita pakai sleeping mask? untuk yg ini aku masih belum ngerti hehe πŸ˜… tapi aku pakai aja sesuai anjuran, jadi aku pakai sleeping mask ini setiap hari senin Dan kamis (biar gampang ingatnya bareng puasa senin-kamis) oiya kalau pakai ini aku nggak pakai krim malam, jadi pakainya gantian ya. Pakai ini tu kulit wajah jadi adem gimana gitu, untuk efek setelah bangun tidur aku nggak begitu notice ada perubahan yg berarti hehe, tapi enak aja pakai ini hehe πŸ˜† oiya, baru baru ini laneige juga ngeluarin water sleeping mask tapi aroma lavender, fungsinya sama cuma beda aroma aja, kalau yg ini udah habis aku mau coba yg rasa lavender itu.

6. Laneige Lip Sleeping Mask


Waktu pertama kali aku liat produk ini, beuh aku tertarik banget, secara aku tu suka banget gonta ganti gincu, Dan nggak ada perawatan lain selain nge scrub, tapi itu juga jarang. Impression ku pas liat produk ini tu bagaikan krim malam yg dibuat khusus untuk bibir, secara kan belum banyak produk kayak gini yah. Teksturnya kayak lipbalm biasa dengan finish glossy, tapi dy lebih ringan daripada lipbalm kebanyakan, kalo dicolek dy cenderung melting gitu. Doi klaim kalau pakai ini malem, paginya bibir akan terasa lebih lembut Dan sehat, memang betul tapi aku nggak ngerasa ada perbedaan yg berarti dibanding aku pake lipbalm sebelum tidur, tapi karena namanya sleeping mask, aku berekspektasi dy akan seperti krim malam yg akan berkhasiat kalau dipakai rutin. So aku mau lanjutkan lah pakai ini 😁

Nah selesai sudah rangkaian ritualku sebelum tidur, simpel dan affordable heheheπŸ’ƒdari postinganku ini kamu pasti tebak kalau aku cinta banget sama produk2nya laneige dan bahwa aku nggak suka menghabiskan uang untuk spending Di skincare, pertama, yes aku cinta banget sama produk2 nya laneige πŸ’œ kedua, bukan nggak suka sih tapi pas kebetulan produk Skincare yg cocok Di aku tu harganya affordable, kenapa harus cari yg mehong? 😁 Oiya aku bilang affordable karena semua produk yg aku sebutin diatas harganya dibawah 50.000 idr

1. Micellar Water Ovale/Garnier (35.000)
2. Hadalabo Face Wash ( kalau nggak salah 28.000 lupa, kalau salah nanti aku update hehe 😝)
3. Viva Air Mawar (6.000)
4. Laneige Essence (45.000)
5. Laneige water & Lip Sleeping mask (84.000 aku beli satu paket)

Untuk kedepannya aku berencana untuk menemukan toner yang tepat untuk kulit wajahku yg oily tapi jarang jerawatan, toner yg rasanya ringan dan segar mungkin kamu kamu punya rekomendasi? I'd love to hear that 😁 aku juga mau pakai eye cream. Terus aku juga berencana (tapi nggak dalam waktu dekat ini) untuk pakai krim yg literally krim malam. Sebenernya aku daily pakai krim tapi itu aku khususon buat pagi hari aja sebelum make up, kapan2 aku bikin postingan day routine Dan daily make up insyaallah, thanks for reading gaes 😘

Update:

Hello, sekarang aku udah nambah Skincare malam + krim wajah, krim yg aku pakai dari Olay yang Total effects 7 in one day cream gentle, no spf, no fragrance. Aku suka banget sama krim ini, yg walopun day cream tapi bisa dipake malam juga karena no SPF. Aku juga lagi coba serum dari the ordinary yg udh aku review Di postingan terbaru tapi masih awal pakai Dan belum bisa mastiin bahwa aku suka atau nda, nanti aku ku update lagi, see you 😘

Senin, 24 Juli 2017

Review: Pinklab.co Dead Sea Mask

Halo semua, kali ini aku mau review produk for pampering yaitu Masker wajah, namanya dead Sea mask dari pinklab.co aku tertarik beli produk ini soalnya senapsaran aja sama testimoni Dan review para beauty blogger yg bilang kalau produk ini tuh bagus. Dan lagi aku suka sama company nya si pinklab ini dy concern dagangnya dulu cuma Masker ini aja (sebelum sekarang ada himalayan polisher) terkesan kyk dy tu yakin kalau produknya emang bagus dan bakal disukai sama konsumen hoho 😁 langsung cus reviewnya

Item: Pinklab.co Dead Sea Mask
Netto: 100gr


Packaging



Produk ini dikemas dalam kardus tipis biasa bernuansa pink nan menggemaskan. Sedangkan container isi nya desain2nya nggak jauh beda sama kardusnya, kemasannya pot kayak es krim, bukanya diputer biasa dan sepertinya container nya ini cukup kedap udara untuk menjaga isi agar Masker nggak kering. Oiya pot nya juga dikasih print expired produknya jadi aman kalau mau buang dus nya, kalau aku sih menyimpan produk tu tergantung desain dus nya kalau bagus aku keep, kalau udah benyek dan desainnya jelek ku buang 😝 yg aku sayangkan dari packagingnya adalah dy nggak ada tulisan made in mana, padahal dy produk lokal (eh iya kan? cmiiw) terus aku juga nggak lihat ada no. bpom atau sejenisnya Di produk ini.

Fragrance

Masker ini punya wangi yang seperti garam, tapi gapapa kesannya kayak doi ini beneran natural, terus kayak ada wangi floralnya sedikit tapi nggak menyengat. Aku nggak ngerasain ada efek calming atau relaxing dari wanginya but that's fine karena aku berekspektasi sama manfaatnya bukan wanginya hehe 😁

Tekstur

Tekstur nya kayak mud mask pada umumnya, kalau ngikut petunjuk Di dus, cukup pakai ini tipis2, aplikasinya bisa langsung colek pakai tangan atau kuas, aku sih prefer pakai kuas. Teros ngebersihinnya juga gampang, tinggal pakai air biasa aja udah bersih.

Efek

Tadinya pas aku ngerasain maskernya mengering berasa kayak ketarik gitu, tapi nggak ada rasa cekit2 atau gatal yg berarti. Kukira udahan dibilas tetep bakalan ada sensasi ketarik kayak Masker bubuk gidu, eh ternyata enggak loh, dy bikin kulit kita jadi lembut dan kenyal2, Dan entah ini beneran atau sugesti aja tapi aku ngerasa kulit wajahku jadi cerahan, Senangg πŸ˜† rasanya aku pengin pakai Masker ini setiap hari haha, tapi nggak dianjurkan ya gaes, cukup 3 hari sekali aja kalau maskeran.

Nah kalau untuk efek jangka menengah-panjang aku belum tau nih nanti ku update lagi disini ya insyaallah aku mau pakai ini rutin semoga bisa istiqomah 😝

Pros(+)
- Nggak bikin kulit "ketarik"
- Melembutkan
- Mencerahkan
- Cruelty free 😺

Cons(+)
- Belum terdaftar bpom

Rating 8.5 out of 10
Repurchase? Yesss, aku masih penasaran sama efek jangka panjangnya 😁 Masker ini aku beli Di IG @pinklab.co seharga 130.000

Minggu, 23 Juli 2017

Review: Pradasari Matte Lip Cream A01

Hai, kali ini aku mau review lipstick lokal dengan harga super affordable. Belum banyak online shop yg jual produk ini, pun yg ngereview/ngeswatch masih jarang, so langsung aja ke review nya

Item: Pradasari Long Lasting Matte Lip Cream
Shade: A01

Packaging

Begitu sampai rumah lipstick ini dikemas dalam kemasan box agak besar warna hitam mirip box nya me now kissproof tapi doi agak lebaran. Maap banget gabisa motion soalnya box nya udah kebuang πŸ˜‚ Teros, dari botolnya ini tu mirip banget sama botol lip cream nya wardah. Ada print exp date dan ada print merk nya which ini font nya mirip banget sama purbasari sampe aku pas update ini Di IG story banyak yg sliwer kebaca purbasari, aku gatau ada hubungan apa diantara mereka berdua πŸ˜…. Aplikatornya agak beda sama wardah punya, kalau punya doi ini agak panjang dikit Dan meruncing tapi tetep enak dipake kok aku suka.



Fragrance

Lipstick ini punya wangi yg cukup menyengat, bukan wangi kimia gitu tapi doi kayak wangi molto kalo kubilang. Kalo soal lipstick wangi nggak masalah buat aku, so it doesn't matter at all.

Tekstur

Tekstur dari lipstick ini rada encer, pas Di swatch butuh beberapa saat sampai doi mengering dan jadi Matte. Aku suka sama tekstur kyk gini, dy nggak langsung kering bikin dy gampang diratain. Terus aku juga ngerasa kyk nggak pakai lipstick pas pakai ini, dy ringan gitu enak deh, oiya kalau sudah kering dy ini jadi Matte yg transferproof.


Pigmentation

Untuk lipstick dibawah 50 ribu, kuacungi jempol untuk pigmentasi lipstick ini. Pigmentasi bagus, lebih bagus daripada lip cream purbasari punya (btw, aku nggak punya lip cream purbasari karena aku kurang sreg sama pigmentasinya yg menurut aku rada sheer, terus pilihan warnanya juga nggak ada yg bikin aku gemes) sekali celup si pradasari ini udah bisa ngecover seluruh bagian bibir, bahkan Di bibirku yang punya garis hitam dy bisa nutupin garis hitam dengan baik. Aku punya ini shade A01 kudefinisikan warnanya sebagai orange brownish nude, warna yang pas buat di tone semua kulit, dan pas juga untuk dipakai daily. Warna ini mirip dengan LA girl Fleur atau luxcrime dusty peach atau purbasari 81 Dan sejenisnya. Oiya dy ini juga nggak meninggalkan stain yg berarti setelah dihapus dari bibir.




Staying Power

Kalau menurut kamu lipstick yg bagus itu harus nyaman dipakai Dan nyaman juga pas di hapus, maka doi adalah lipstick yg bagus. Karena dy gampang dihapus jadi dy bakal kurang bagus Di staying power nya, kalau buat makan gitu dy bakalan geser tapi bagusnya dy ini bisa Di retouch tanpa harus ngapus dulu semua lipstick dari bibir, tapi kalo kamu ngerasa lebih afdol hapus dulu semua baru re apply, kan nggak susah juga ya, Di lap pakai tissue kering aja dy udah bisa bersih kok. Terus, kekurangan nya dy ini dy bakal oxidize beberapa saat setelah apply ke bibir, so kamu harus cek beberapa saat sekali.

Pros(+)
- Murah hehe 😁
- Pigmented
- Bare lip sensation (Ringan)
- Buildable coverage

Cons(+)
- Staying power kurang mantap

Rating 8 out of 10
Repurchase? Maybe, karena dy isinya banyak Dan menurutku bakal lamaaa banget aku ngabisin ini, aku beli ini dengan harga 48.000 Di IG @aulia_vet cukup sekian reviewanku kali ini, thanks for reading gaes πŸ˜†