Kamis, 26 Oktober 2017

Semuanya cukup

Segala sesuatu yg berlebihan tidak baik, apalagi hawa nafsu yang berlebihan, no good at all. Khilaf nya seorang Alifa Widiasti Nugroho paling susah kalo udah soal makanan dan belanja pas lagi punya uang.

Yg pertama, aku ini kalau lagi lapar atau cuma pengen makan aja benernya, pasti bawaannya mau beli makanan yg banyak, apalagi dulu pas masih ngekost aku bisa pesan go food 2-3 order makanan berbeda buat sekali makan. Dan akhirnya itu selalu kekenyangan, rasanya jadi nggak nyaman, rada bego, dan nggak sedikit makanan yg kebuang. Atau aku pesan cuma 1 order tapi aku pesan beberapa jenis makanan, karena kupikir sayang ongkirnya, tapi belakangan ini aku mikir, lebih sayang ongkir atau lebih sayang kesehatan ya? Karena jelas aku harus lebih mengutamakan kesehatan jauh diatas hemat uang. Lagian semakin banyak belanjaanku, toh semakin banyak uang juga yg aku keluarkan, walaupun harga perolehan untuk setiap jenis makanan jadi turun tapi kesehatanmu terganggu karena kebanyakan makan. Ok that was a stupid thing I've done. Everytime i eat, i'd focus on my plate, attract that this portion of food is enough for me. You're doing good, aku bangga pada diriku sendiri beberapa hari terakhir ini aku makan nggak sampai kenyang. Hopefully bisa istiqomah untuk seterusnya aamiin.

Kedua yang susah banget aku tahan adalah nafsu belanja pas lagi banyak uang. Ya, entah kenapa dari dulu aku paling gemas kalau ngeliat barang cewek terutama Skincare/make up, apalagi kalau review an nya bagus. Begitu punya uang aku pasti langsung beli, bahkan aku sampai rela makan pakai tahu doang asal aku bisa beli gincu baru wkwkw. Aku punya list barang apa aja yg aku mau beli tapi belom kesampaian. Terus aku bercita2 untuk menghabiskan list itu suatu saat, tapi terus suatu hari aku lihat youtibe nya mesijesi, beauty blogger yg sering banget di endorse produk make up macem2, Di chanelnya dy post video palette2 yang akan dy buang, Dan guess what, nggak sedikit! Yes, sedih banget nontonnya. Kamu, iya kamu, nggak akan bisa menghabiskan semua produk itu sebelum melewati shelf life nya. Lagi lagi, sayang banget yaa? Aku mikirnya. Terus aku mikir deh aku sendiri gimana ya, mungkin kalau aku terus begini aku bakal kayak gitu juga, bakal sayang banget gincu2, foundie2, bedak2 ini kalau harus kubuang sebelum habis, sedihnya bakal nggak sebanding sama senangnya waktu aku beli barang2 itu. So, aku memutuskan buat bikin list lagi, tapi kali ini adalah list barang2 yg udah aku punya, Dan aku catat sampai kapan aku bisa pakai produk itu, jadi setiap kali aku kepengen barang baru, aku liat list apa aja yg aku masih punya, misalkan ada foundation keluaran terbaru yg katanya bagus banget, nah sebelum aku "keracunan" untuk membeli nya, aku liat list foundie apa aja yg udah aku punya, and I think I should be grateful with what I had, aku masih bisa hidup dengan ini, nggak masalah kalau nggak beli baru.

Sebagian list "To be grateful" ku

Harus kuakui belanja itu memang menyenangkan, tapi belanja berlebihan itu ujung2nya akan menjadi keputusan yang nggak wise, karena pada akhirnya kita akan membuang lebih banyak uang yg harusnya bisa kita manfaatkan untuk hal lain. Jadi, mulai sekarang hopefully iman ini bisa selalu kuat memegang komitmen. By the way, blog ini lahir berkat kegemaranku yang kurang baik itu hehe ~ tapi nggak apa2 aku bakal tetap ngeblog tapi mungkin bakal lebih jarang kalau tentang make up dkk.

Nggak harus berubah drastis jadi hemat banget gitu enggak, aku yakin semua pasti butuh proses. Aku nggak menghapus list barang kepengenku sama sekali, tapi kuubah list itu jadi bentuk antrian dari yg mulai bikin aku penasaran banget, so kalau aku mau coba beli suatu barang, akan kupastikan bahwa aku sudah menghabiskan barang sejenis yg sudah aku punya sekarang agar aku punya alasan untuk beli yg baru ➡ Karena aku emang butuh, maka belilah yang aku yakin ini bisa bikin aku lebih hepi, makan lah yang aku ingin makan dengan porsi yang sesuai dengan kapasitas tubuhku. Pergilah berbelanja untuk menghadiahi diri sendiri sebagai tanda apresiasi atas suatu pencapaian. Belilah, sekalian yg bagus gitu, mahal nggak masalah, it won't be a splurge cos easy come - easy go, if it's not easy to get, butuh pengorbanan, yg penting aku senang pakainya, then aku nggak mudah tergiur untuk beli yang lain. Belanja sekali2 nggak apa2, asal selalu ingat untuk tidak berlebihan. I still can live happily with what i've already owned, inshaallah semuanya cukup untuk menghidupi kehidupanku.


Senin, 23 Oktober 2017

Review: The Ordinary Buffet

The ordinary buffet
Hai guys, kali ini aku mau review salah satu skincare line yang sempat hype beberapa waktu lalu. The Ordinary, line satu grup dengan deciem yang terkenal dengan produknya yang to the point dengan harga terjangkau. Tadinya aku sempet kebingungan dalam memilih produk mana yg pas buat aku karena macamnya itu banyak, Dan mengharuskan kita buat self research mengenai kandungan2 Di dalam produknya, aku memutuskan untuk membeli Buffet, karena pertama belom ada serum Di regime aku sehari2, that's why i need a serum, kedua based on my skin needs, aku nggak butuh perawatan yg bersifat healing, tapi lebih ke untuk perawatan aja, Dan ketiga si Buffet ini cukup unik dibanding sodara2 satu line nya yg semuanya nggak punya nama tapi cuma menyebutkan kandungan utamanya aja, macam generik gitu kalo Di dunia obat2an, si Buffet ini dy punya julukan sendiri "Buffet" which I think it makes it sounds special hehe, terkesan kayak produk andalannya TO karena beda sendiri (padahal nggak juga). Dan aku baca Di forum mana gitu kapan hari, katanya si Buffet ini memiliki ingredients yang jauh lebih banyak daripada sodara2nya, terus katanya kalo Di brand lain kayak lancome atau clinique, dengan kandungan kyk gini harganya bisa jutaan wew ~ cmiiw karena aku blom pernah nyobain serum harga jutaan hehe.



First impression
Teksturnya cair bening agak kental, nggak berwarna dan gak berbau, tapi aku notice dy ada bau samar2 kayak bau yeast gitu. Aku sempet underestimate karena bau ini mirip secret key essence, which aku nggak cocok pakai itu. Pertama diaplikasiin aku pakai 3 tetes, dan ternyata kebanyakan ~ besok2nya aku cuma pakai 2 tetes cukup. Kalau pakenya kebanyakan, dy bakal meninggalkan layer tipis kayak kulit salak gitu, bikin gerah dan greasy, nggak nyaman banget. Tapi dengan takaran yg pas, nggak ada masalah yg berarti.
Efek
Aku pakai ini dari tanggal 18 Oktober 2017, ini baru 5 hari sejak pertama kali pakai dan aku mengalami purging (fase penyesuaian) which is seems normal to happen if it's no longer than 4 weeks, so we'll see gimana nantinya, Di wajahku muncul kayak jerawat yang nggak ada matanya gitu, ada sekitar 4-5 butir, yg sekilas nggak keliatan, tapi kalau dipegang baru berasa, nggak yang parah gimana gitu sih, nggak ada kulit ngelupas, atau merah2. So far aku nyaman2 aja dengan hasilnya, Dan aku berharap banget ini beneran purging bukan break out, karena aku ngerasa kayak akhir2 ini kalau pagi2 aku cuci muka kayak berasa ketarik kenceng gitu tapi bukan kenceng yg kayak abis pake masker yg talc based, beda deh pokonya, rasanya tu kayak ketarik tapi tetep lembap dan licin gitu. FYI tipe kulitku oily cenderung sensitif, kalau aku pakai ini malam sebelum tidur paginya nggak bikin wajah kayak kilang minyak, so I think dy oke Di kulit super oily sekalipun.

Kesimpulan nya kalau sampai hari ini, aku suka tapi masih ada tapinya karena purgingnya ini, kalo nggak pake purging fix aku suka banget sama si Buffet ini. Aku pakai ini cuma dibarengin sama cream siang Olay yg aku pakai siang malam, dan sleeping mask dari Laneige yang aku pakai setiap senin Dan kamis malam. Oiya aku juga pakai ini sampai ke daerah dekat mata karena di keterangan web nya ini aman dipakai sebagai eye cream, pas banget nih buat kamu yg suka praktis. Aku beli ini di benscrub seharga sekitar 320.000 idr. Nanti bakal ku update lagi setelah 1 bulan pakai ya, Thanks for reading gurls 😘

Minggu, 22 Oktober 2017

Review: Luxcrime Ultra Lip Matte #dustypeach #datqueen


Hai guys, kali ni aku mau review gincu lokal dari Luxcrime. Aku beli ini karena aku naksir sama warnanya yg dusty peach, tapi nggak berapa lama setelah itu mereka launch shade baru namanya dat queen sebenernya, dan dua-duanya bagus sehingga kutak bisa memilih untuk membeli salah satunya aja, so daripada kepikiran kubeli aja dua-duanya hehe.


Packaging
So cuteee ~ aku suka banget sama desainnya luxcrime ini, kekinian banget jadi gak tega buang dus nya. Terus botolnya tu lebih ramping tapi juga lebih panjang daripada gincu kebanyakan. Ketika diulir tutupnya itu rada pop out gitu dari botolnya, bikin agak kaget wkwkw. Tapi aku kurang suka sama aplikatornya, menurutku aplikatornya ini terlalu kecil, dan nggak bisa menyerap produk dengan baik, jadi mesti bolak balik nyelup untuk mendapatkan cover yg baik. Terus dy kalau lama ditaro di meja, isinya tu jadi agak turun gitu, aku suka karena kita bisa tau kalau udah mau abis.

Shade & Consistency
Dusty peach: Warm peach dengan hint brown. Dat queen: Mirip dusty peach tapi dengan tone rose yg lebih kenceng. Sekilas dua-duanya terlihat mirip tapi menurutku teksturnya si dat queen better than dusty peach. Si dat queen memberikan hasil akhir yg lebih smooth, while si dusty peach cenderung nggak ngecover garis halus bibir, oya untuk si dusty peach dy akan sedikit oxidize warna setelah dy nge set. Tapi dua-duanya ini pigmentasinya bagus banget, dan aku suka finish yg cepet set jadi matte kering gitu. Sayangnya gincu ini nggabisa dipakai sheer ala lip tint gitu, karena emg pigmentasinya full coverage, dan gincu ini sangat transferproof dan smudgeproof. Biasanya aku prefer remove lipstick pakai lip butter daripada make up remover oil based, tapi si luxcrime ini nggak bisa melt dengan konsistensi butter. Jadi emg harus pakai make up remover oil based supaya bersih. Terus menurutku walaupun dy ini finish nya matte kering gitu, tapi kalau kita mengatup2kan bibir dy masih terkesan lengket, terutama yg dusty peach. Ini bakal jadi masalah untuk sebagian orang karena dy masih terasa berat di bibir dan agak lengket.



Overall
Aku kasi rate 7.5/10 Aku pribadi suka sama si luxcrime ini, tapi sebatas suka aja karena warna2nya lucu2, dan pigmentasinya bagus banget, tapi untuk consistency menurutku masih banyak yg harus diperbaiki. Aku masih bingung kalau ditanya bakal repurchase atau nggak. Ini aku beli dengan harga 105.000 idr (menurutku cukup terjangkau harga segini dengan pigmentasi begini bagus) worth the price.

Jumat, 20 Oktober 2017

Review: Juvia's Place The Saharan Pallette

Hai, kali ini aku mau review eyeshadow palette pertama aku dari Juvia's place. Aku udah penasaran banget sama eysedo nya juvia ini dari dulu Di review Kathleen lights, dulu aku naksir sama palette nya yang hijau Dan mostly warnanya warm gitu, tapi setelah kupikir2 kayaknya warnanya nggak jauh beda sama Morphe 35o yg aku udh duluan punya, jadi aku ambil yg Saharan ini. selain warnanya belom aku punya, dy masih tetep punya warna2 natural, to go pallette banget deh doi.

Packaging
Nothing special dari material nya, cuma terbuat dari kyk kertas karton tebal dengan dus tipis diluar, dan nggak ada kacanya, ukurannya cukup travel friendly buat dibawa2 Di Tas. Tapi aku pribadi seneng banget dengan desainnya palette2 juvia menurutku desainnya nggak ngebosenin hehe.

Pigmentasi
Yg bikin aku penasaran banget sama eysedo ini adalah karena orang2 bilang pigmentasinya gila, bahkan buat yg Matte sekalipun.

Tekstur
Di palette ini ada yg Matte ada yg metallic, dengan tekstur yang berbeda-beda sebagai berikut detailnya;

Sokoto: Warna merah gonjreng, real red. Matte. Cenderung powdery Dan fall out.

Wodaabe: Gold cenderung kuning. Metallic creamy.

Bororo: Deep burgundy cenderung merah. Metallic creamy.

Kia: Deep blue ada sedikit hint kehijauan. Metallic creamy

Zoya: Pinkish beige, satin shimmer.

Iman: Moonlight white cenderung holographic. Satin shimmer.

Jamila: Deep brick orange. Matte.

Senegal: Rose gold brownish, metallic creamy.

Chad: Black solid. Matte.

Katsina: Beige solid dengan warm undertone.

Lulu: Soft pink, satin shimmer

Fula: Soft fuchsia, satin shimmer.


Dari semua warna Di atas, konsistensinya beda2. yang paling bagus pigmentasinya adalah dengan finish metallic creamy. Untuk finish satin shimmer pigmentasinya biasa aja, bahkan cenderung keras untuk warna zoya Dan Lulu.

Favorit aku dari me dua belas warna Di palette ini adalah

1. Chad, of course kita semua butuh eysedo Matte hitam. Dan hitamnya dy ini kenceng banget, yg suka smoky eyes pasti love banget. Aku juga suka pakai ini buat ngisi alis.

2. Katsina, warna ini biasanya aku pakai ke seluruh eyelid untuk make up daily yg natural, bikin mata terlihat lebih besar walaupun gapake eyeliner.

3. Iman, awalnya aku sempet underestimate warna ini karena dy cenderung holographic, which mean ngga akan bisa dipakai buat daily, ternyata nggak juga, warnanya masih masuk buat highlight hidung Dan dibawah alis.

4. Jamila, Warna holy grail aku. walaupun sama2 Matte tapi dy beda sama konsistensi Sokoto karena dy Matte nya nggak fall out, nempel dengan cantik Di kelopak mata stay all day.

5. Senegal. My hg colour juga tapi kalo ke acara yg lebih butuh make up ala lenong. tapi sebenernya Di Morphe 35o shade ini udah ada dupe nya hoho.

Yang aku sayangkan dari palette ini adalah, di packagingnya dy blg ini cuma bisa bertahan sekitar 12 bulan dari pertama Di buka, tapi yg aku tau sebenernya kita nggak perlu nurutin tanda itu, selama isinya itu nggak jamuran atau berubah bau, then it's fine. Cmiiw. Tapi kalo ternyata setahun udah gak kepakai bakal sedih bangettt, secara kita kan nggak akan bisa ngabisin eysedo palet dalam satu tahun.
Jamila as base & under waterline, Chad on crease, Senegal on lid
Thanks for reading gurls 😘

Kamis, 19 Oktober 2017

Lipstick Lokal Favorit

Hai gurls, kali ini aku mau review (atau lebih tepatnya ngelist kali ya) beberapa lipstick local favorit aku. Favorit ku disini diindikatorkan dengan;

1. Warnanya pas sama tone kulit aku.
2. Pigmentasinya buildable dalam arti bisa dipakai sheer kayak liptint ataupun full application, dan gampang di blend kalau mau campur 2 warna.
3. Nggak kering di bibir dan nggak terasa berat.
4. Kalau senyum nggak crack.

Btw, RR ku gatau kemana, kuganti pakai pradasari 01 hehe, ternyata susah juga ya bikin Swatch yg rapih gitu, salut deh sama semua lipswatcher :3

Semua lipstick yg ada di list ini aku suka banget dan gak pernah gagal dipakai ke acara apapun. Karena aku pecinta nude-orangey-peachy shade so kebanyakan yg aku sebutin disini ya warnanya gitu2 aja maklum yah, entah kenapa ini salah satu kebiasaan wanita jaman now yang hobi banget beli lipstick banyak dengan warna sama, idk why but it just makes me happy :D Beberapa yang aku sebutin disini udah kupakai sampai habis dan yg jelas aku bakal repurchase tapi nanti kalau stok gincuku udah berkurang yg gatau kapan hehe, cuss ~

#1 LT Pro Long Lasting Lip Cream
Aku punya yang warna nomor 06 dari seri warna yg dy punya aku Cuma tertarik sama shade ini, ini juga udh pernah aku review di blog ini. Teksturnya lebih kayak whip cream yg thick tapi nggak berat. Dan pigmentasinya bintang lima lah, oke punya. (Harga sekitar 80.000 idr)

#2 Mizzu Valipcious Matte
Ini salah satu liquid lipstick yang surprisingly good, awalnya aku Cuma coba2 beli ini soalnya aku pernah kecewa dengan eyeliner mizzu brown yg hasilnya nggak bagus di aku. Ternyata dy bagusan bikin lipstick, aku suka banget sama teksturnya yang bisa dibikin sheer dan pilihan warna2nya kekinian banget. Untuk sekarang aku baru punya shade chocomelt & dolce. Kedepannya aku mau beli warna lain. (Harga sekitar 80.000 idr)

#3 Rollover Reaction Suede
Aku punya ini yg shade prudence, ini salah satu brand gincu dengan packaging paling elegan dan beda dari gincu local kebanyakan. Dan ini salah satu tekstur terunik yang pernah aku punya, karena dy klaim ini sebagai lip and cheek, dy nggak matte yang transferproof gitu, tapi rasanya sangat2 ringan di bibir kayak gapake apa2. Lain kali aku mau beli shade Maxwell (Harga sekitar 120.000 idr)

#4 Purbasari Matte Lipstick
Ini lipstick dengan bentuk stick favorit akuuu banget banget banget. Aku belom pernah nemuin lipstick manapun yg teksturnya powdery kyk gini. Warna favorit aku 90, 81 sama 89 itu 3-3 nya udah mau abis. Dipakai nyaman banget dan gak bikin bibir kering. (Harga sekitar 35.000 idr)

#5 Wardah Long Lasting Lipstick
Aku punya warna no 13 classic brown, aku suka lipstick ini karena dy hampir mirip kayak purbasari finishingnya, tapi dengan syarat harus di dab ke tissue sekali, kalau nggak dy bakal masih agak shiny gitu nggak matte yg bener2 matte. Wardah punya beberapa jenis gincu tapi aku paling suka yg seri longlasting ini, aku pernah cobain matte liquidnya dan gak suka karena kering dan bolong2, terus juga yg intense matte lipstick nya, menurutku formulanya terlalu creamy untuk dinamai matte. Kadang lipstick ini aku pakai sebagai blush on juga. (Harga sekitar 40.000 idr)

Pengecualian untuk shade yang berbeda dari yg aku sebutin diatas, karena setiap lipstick walaupun brand dan jenisnya sama tapi kualitasnya bisa beda2 tergantung shade nya, ada yg bagus banget di shade ini, tapi shade satunya nggak. Tapi untuk shade2 yg aku sebutin diatas itu nggak ada yg pigmentasinya jelek kok, semuanya bisa cover garis hitam di bibir dengan baik dan match dengan semua undertone kulit.

Aku juga punya list untuk beberapa brand local yang (kayaknya)  bakal aku repurchase karena sebenernya barangnya bagus, tapi aku nggak terlalu suka kayak;
1. Luxcrime (Lengket dan terasa kering di bibir, tapi warnanya bagus2)
2. Justmiss (Lengket juga dan nggak buildable, tapi wanginya enak kayak kue)
3. Mineral Botanica (Packagingnya jelek 😅)

Nah segitu dulu ya reviewan ku kali ini, kalau ada yg baru lagi aku update disini. Thanks for reading girls ^^

Senin, 16 Oktober 2017

Merasa bodoh? Bagus.

Pernah suatu ketika aku mengalami masa paling depressive dalam hidupku di usia yang terlalu dini untuk memilih jati diri, aku berpikiran bahwa aku ini orang baik kok, dan aku pernah lebih baik dari kalian semua, at least dalam suatu hal. Dan aku tidak merasa berdosa karena merasa demikian. Awalnya kukira itu bagus untuk membangun rasa percaya diri. Tapi Di kemudian hari, perasaan itu terbalik 180 derajat dari apa yang aku yakini pada saat itu.

Pernah suatu ketika aku bertanya kepada salah seorang teman, "Menurutmu, selalu menganggap diri sendiri lebih baik itu, adalah sebuah kelebihan atau kekurangan?" Lalu ia menjawab "Kekurangan" katanya, "Karena itu kamu jadi lemah." Sambungnya.

Pernah suatu ketika aku bertemu dengan seseorang yang mempunyai kecenderungan untuk selalu meng-underestimate orang lain. Ia merasa lebih baik daripada semua orang yang ditemuinya. Dan hampir semua orang yang mengenalnya, bahkan teman baiknya pun memiliki opini yang sama denganku. Aku merasa kasihan padanya karena ternyata apa yg dibanggakannya selama ini, adalah sebuah kesalahan yang semakin lama akan semakin membuatnya lemah.

Sekarang aku paham esensi; bodoh dan merasa bodoh itu tidak sama. Kesombongan sama dengan bodoh, tapi dengan tetap merasa bodoh, akan jadi kekuatanmu.

"Kesederhanaan akan membuka pintu wawasan lebih luas lagi." - Yasa Singgih

Tetaplah merasa bodoh, agar kamu terus bergerak maju. Tetaplah sederhana, agar kamu selalu bersyukur.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Berharap pada Manusia

Once I was very grateful for a bunch of bitter phase of life, that I didn’t mary this guy, with his overwhelming pride and such a stubborn ego. But at that moment once I did a bad thing to him by willing to change him into a reflection I saw in my own mirror and I confessed that it was a mistake, I’m so sorry, and I feel terrible for that. Now he’s with another woman, but hopefully, she could bring him to look over the world in variety of perspective, while I could not, and that’s good for him. But why?

“Lihatlah sesuatu dari berbagai sudut pandang, maka kamu akan mengetahui kebenarannya.” 

Aku akan berusaha untuk tidak tergesa-gesa dalam membenci sesuatu, karena bisa jadi sesuatu yang tidak kamu sukai adalah baik bagimu dan sebaliknya. Beberapa kali tuhan memberikanku sesuatu yang baik dengan cara yang tidak aku sukai. Once I put my trust over a  friend, and ended up with shit, but still bestfriends. That one friend that used to call you babe, but def would hurt you to win the game by herself, while I win when my team is winning (and she’s part of the team). And a bad teacher that made me feel so stupid, and seems so unreliable, while that one day I took over the number one ranking of entire school, and I thanked her for made me feel underestimated, I might won’t achieve it without her role. 

“ Jika kamu berharap pada manusia, maka niscaya kamu akan kecewa. ”

Semua itu membuktikan bahwa yang dapat kuandalkan adalah hanya diriku sendiri. Even kalau suatu hari nanti umurku sampai ke pernikahan, yang berarti aku akan menghitung kebutuhan dua orang sebagai satu kepentingan, maka aku nggak keberatan kalau kami harus menyingkirkan perbedaan gender dan kodrat alamiah manusia. Siapapun kamu calon teman hidupku, jika kamu membaca ini aku ingin kamu tau kalau aku akan jadi orang pertama yang kamu minta bantuan jika suatu saat kamu menemui kesulitan yang berarti dalam upaya melunasi hutang kehidupan. Walau untuk sekarang kamu masih terasa jauh dan belum ada bau-baunya, aku sedang berusaha untuk segera cukup untuk diri sendiri agar tidak perlu merepotkanmu kelak. Aku tidak ingin menjadi beban untukmu di keluarga kita. Just remember, janganlah kamu berharap banyak kepada manusia, sekalipun aku.

Belajar Seumur Hidup

So I’ve been spending my time in bed like all day for the past 3 months after a leg surgery. Yes, aku tidak dapat menggunakan kaki kananku untuk sementara waktu (dan aku udah bosen ngejelasinnya kenapa) yg membuat aku dengan terpaksa dirumah aja, dan nggak ngapa2in.

During “nggak ngapa2in” tersebut lama2 terasa mati gaya dan suatu ketika aku memutuskan untuk memakai organ tubuh yang masih aku miliki while mereka masih berfungsi dengan baik. Beberapa hari yang lalu aku baru saja membaca artikel yang menyebutkan bahwa otak manusia akan mencapai performa terbaiknya dalam usia 24 tahun, belum ku research kebenarannya tapi setelah kupikir2 mungkin aku mau mempercayai sepenggal kalimat tersebut cos I think the most valuable I have on my body is my brain, karena seluruh organ yang merupakan bagian dari tubuhmu dikendalikan oleh otak, Your mind tells your body what to do, ya, se-luarbiasa itu. Aku mulai memikirkan apa yg akan kulakukan dengan otak ini, sesuatu yang sekiranya akan bermanfaat untuk hidupku kedepannya. Aku mulai berpikir mengenai hal-hal yang sekiranya akan kubutuhkan dalam waktu dekat, it must be something related to my job as a finance staff, maka aku berniat untuk memperlajari kembali ilmu2 yang (seharusnya) aku dapatkan ketika aku duduk di bangku kuliah, akuntansi, manajemen keuangan, atau perpajakan yang aku agak menyesal karena tidak pernah kupelajari dengan baik pada waktu itu, noted.

Aku menyusun rencana belajar ku, apa yang akan aku pelajari setiap hari, dan juga bagaimana cara agar belajar ini tidak terasa membosankan. Lalu aku memutuskan untuk mempelajari hal baru yang sekiranya aku sukai, bahasa jepang. Selain inggris, jepang adalah urutan kedua bahasa asing yang aku sukai. Dulu waktu SMA aku pernah belajar bahasa jepang di sekolah tapi pas kuliah aku jarang menerapkannya lagi jadinya udah lupa, bahkan aku udh nggak bisa baca huruf hiragana ataupun katakana lagi. Aku mempelajari dasar2 huruf jepang dalam 3 hari, dan nggak berhenti sampai disitu, next aku akan mempelajari huruf kanji, yang nggak akan habis kamu pelajari seumur hidup, that’s kinda interesting karena setelah kudengar kalimat ini,

 “Selama masih ada hal yang bisa kamu pelajari, kamu akan menjadi pembelajar seumur hidup.“

While ilmu di dunia ini nggak akan pernah habis kamu pelajari sampai mati. I will keep learning for my whole life. Kemudian, bahasa asing ketiga yang ingin aku pelajari adalah arab, menurutku itu bagus untuk dipelajari karena imho dan kuakui aku bukanlah (atau belum bisa menjadi) seorang penganut agama yang taat. Tapi aku ingin percaya bahwa agamaku yang sekarang ini adalah yang terbaik dari semua agama yang ada di dunia. Aku melakukan sholat 5 waktu, tapi bodohnya, selama ini aku nggak paham dengan apa yang aku lafalkan dalam sholat tsb, mana aku ngerti bacaan ruku, itidal, sujud dan surat2 pendek itu artinya apa??? Aku bisa baca al-quran tapi mana aku paham alquran itu isinya apa??? itu terjadi begitu saja karena orang tua dan guru kita pun mengajari kita untuk melakukannya, caranya begini loh blablabla... yg harus kamu baca blablabla dsb. “Iqro” literally memiliki arti “Bacalah” tapi aku nggak mau baca cuma sekedar baca aja, aku ingin sholat dengan khusyuk dan berdoa seperti benar2 having a quality time with god, Aku ingin beribadah bukan karena disuruh siapa2 atau karena hanya sekedar tau dari berbagai sumber bahwa hal itu adalah wajib sebagai muslim, aku ingin beribadah dengan dasar sebagai penghormatan kepada tuhan sebagai penciptaku.

Saat ini umurku 23 tahun, aku nggak tau apa aku sudah bisa dibilang dewasa atau belum, tapi yg jelas, perubahan itu memang ada. Yang dulu kukira itu hal yg wajar, sekarang kupikir itu hal yg sangat bodoh. Kenapa aku nggak A, kenapa aku nggak B dari dulu? Aku sendiri belum pernah membuktikan kalimat bijak yang katanya "Nggak ada yg terlambat" tapi aku mau mempercayainya, nggak ada kata terlambat buat belajar. Dan aku cukup bersyukur bahwa agamaku menghitung belajar sebagai salah satu bentuk ibadah, dengan belajar seumur hidup berarti aku juga akan beribadah seumur hidup.

Kamis, 12 Oktober 2017

MOB (Matter of Beauty) Ulti-matte Lip Creme in Sunkissed

Hai, kali ini aku mau review produk lokal my holygrail of make up routine yaitu gincu, yesss I can't live without gincu 💋 langsung cuss review

Item: MOB Ulti-matte Lip Creme
Shade: Sunkissed

Packaging
Aku seneng banget sama packaging nya si mob ini, nggak kayak kebanyakan gincu lokal lain, si mob itu bikinnya niat banget, apalagi yg paling aku suka adalah chrome warna tutup Dan print Di bodi botolnya warna Cooper keunguan gitu, bikin lipstik ini nggak malu2in kalo dibawa Di make up pouch. Cantik banget deh pokonya ini salah satu gincu lokal dengan packaging ter the best yg aku punya 😘

Fragrance
Wanginya tu mirip wangi parfum soft yg powdery gitu, begitu buka tutupnya agak semerbak wanginya but it's no big deal karena aku nggak terlalu terganggu dengan wanginya.

Tekstur
Kalau ditelaah dari namanya lip creme, kukira teksturnya bakal agak creamy gitu tapi ternyata dy lebih encer, kalo aku bilang ini mirip banget sama ultra Matte nya colourpop. Keringnya cepet cuma butuh beberapa detik aja dy udah ngeset jadi Matte. FYI si mob ini Matte yg kering banget, finishing nya mirip la girl Matte gloss, jadi kalau kamu gasuka finish yg kering banget, then it's not for you.

Pigmentation
Pigmentasi oke banget, motivasiku beli lipstik ini yg paling utama adalah karena warnanya lucu Dan jarang ada gincu lokal yg shade nya orange peachy lucu begini. sekali celup udh bisa ngecover seluruh bibir. oiya, setelah diaplikasiin ke bibir warnanya akan turun satu tingkat lebih gelap tapi menurutku jadi lebih cantik daripada warna yg keliatan dari tube.


Staying Power
Seperti kebanyakan gincu setipe dead Matte gini, dy emg nempel banget Di bibir, tapi kalo dipakai makan, dy nggak langsung hilang tapi bolong2 😅 tapi dy nggak crack yg parah banget kok kali dipakai senyum, emg harus re apply tapi gabisa Di touch up. Dan rasanya lumayan berat Di bibir tapi aku nggak masalah karena warnanya cakepp banget, aku banget lah warnanya, bikin kulit sawo matang kyk aku gini keliatan lebih fresh. oiya dy ngapusnya harus pakai make up remover yg oil based karena dy sangat waterproof juga smudge proof.

Pros(+)
- Shade nya unik, bikin wajah keliatan fresh
- Pigmentasi oke
- Waterproof/Smudgeproof

Cons(+)
- Dead dry Matte
- Ngga bisa Di touch up, harus re apply

Overall
Aku suka, most of it paling suka sama warnanya, aku akan repurchase lagi kalau habis, ini aku beli dengan harga kalo gasalah 120.000 idr

Cukup segitu aja reviewan ku, Thanks for reading guys 😘

Rabu, 11 Oktober 2017

Menghilang?

Today, I just delete some of my soc-med accounts. Yea you can't stalk on me anymore 👿

If you wonder why, beberapa hari lalu, aku membaca artikel yg mengatakan adalah fakta bahwa mengekspos tujuanmu kepada khalayak justru akan mengurangi semangatmu untuk mencapai tujuan tersebut. Kuakui fungsi sosmed bisa jadi sangat menyenangkan, bahkan dulu aku setiap berhenti di suatu tempat update, mau makan update, ketemu siapa update. Tapi sekarang aku jadi sadar kalau semua itu nggak ada artinya kalau hubunganmu dengan orang disekelilingmu nggak baik. Juga salah seorang teman baru saja melakukan hal yang sama dengan alasan "Too much distractions" Dan honestly, aku agak sedih karena aku nggak bisa ngepoin lagi #plak 😂 but that was not a big deal anyway, karena kami cukup memantain hubungan pertemanan kami dengan baik.

Setelah hari itu, oke gak masalah selama kita masih bisa kontakan, berkat adanya media yang membunuh jarak, pokonya selama kamu masih di bumi, jarak bukan masalah toh kalau ada internet. And i'm just thankful for it, hontou ni arigotou technology!  tapi ternyata, beberapa hari setelah itu, rasanya jadi kangen, dan makin kangen hari ke hari, jadi pengen banget ketemu. Nggak masalah physically aku nggak tau rambutmu sepanjang apa sekarang, atau kamu udah kurusan apa makin gendut, tapi setelah kupikir2 ada hal yg membedakan aku dengan dunia, adalah aku tau kamu sedang mengusahakan sesuatu, aku tau gimana perjuanganmu, yang aku yakin seluruh dunia nggak tau dan mungkin nggak ada pengaruhnya juga buat aku, but I feel honoured for that. Menurutku itu adalah suatu pencapaian tersendiri, kalau orang lain mau share ceritanya sama kamu, Apalagi kalau kamu bisa jadi orang pertama yg akan dihubunginya untuk dimintain tolong atau sekedar sharing, kita jadi punya cerita.

Menurutku, saat ini sosmed bikin kita nggak punya cerita lagi, dan Let's say menuntut gengsi yang tinggi. Coba begini, salah seorang teman baik baru saja mendapatkan suatu pencapaian yg pamer-able, lalu dia update di sosmednya, kemudian beberapa teman baik mengucapkan "Congratulations... Etc etc." Dibalas "Thankyou" selesai. Dulu sebelum ada media, kita akan menghubungi orang terdekat untuk berbagi kebahagiaan. Coba bandingkan si A besok mau ujian, terus dy update "Wish me luck guys" versus ngejapri langsung "Guys, doain gw ya besok gw ujian" ke kitanya beda gitu rasanya. Tinggal pilih responnya akan menjadi sekedar "Ooh" doang atau "Iya kudoain lancar, I'd be happy for you" layaknya teman yang sesungguhnya.

Well, beda cerita kalau maybe we got some secret admirers you don't know or you know it, definitely, beberapa orang dianugerahi fisik yang sempurna atau bakat Dan skill yg menarik perhatian orang banyak seperti kebanyakan selebgram yg punya ribuan followers, which aku juga setuju kalau disebut fans dan nggak sedikit dari mereka yang mendapatkan pendapatan dari situ dan itu bagus buat mereka, but not for me. Exposing your purposes untuk jadi konsumsi publik biar seluruh dunia tau, padahal bisa jadi hal tsb nggak ada manfaatnya baik bagi kita sendiri ataupun dunia. Oke lanjut ~

Setelah kuhapus akun2ku, atau lebih tepatnya aku nonaktifkan, untuk sementara, berarti akan mengurangi wawasanku mengenai berita penting yang seharusnya seluruh dunia tau, dengan cara yang tidak membosankan. Tersisa dua akun (sebenarnya 3 sama facebook yang pengen banget aku hapus tapi aku udah lupa password dan emailnya apa karena aku bikinnya pas masih alay, maafkan) yang pertama twitter yang sedari 2 tahun lalu nggak kusentuh lagi. Dan nonaktif untuk 30 hari kedepan dari hari ini, yang katanya akan terhapus selamanya kalau aku nggak login. Tapi nggapapa kalau aku lupa, berarti itu memang campur tangan semesta. Dan satu lagi instagram, though aku punya beberapa akun ig dan aku seneng banget pakai ig terutama untuk belanja dan update make up terbaru hehe, untuk update beberapa issu penting, Dan hal2 yg aku suka aja. Yang oleh karena itu hanya memfollow ig olshop, kumpulan fakta, atau trend make up, page hewan lucu, everything about art etc, nggak ada akunya, nggak ada teman2ku, biar aku taunya hal-hal yang menurut mereka penting dan butuh aku untuk tau aja. 

Nah, untuk memfasilitasi hal itu, aku masih punya beberapa cara menghubungiku secara langsung, salah satunya lewat blog ini, yang tadinya aku khususkan buat review beauty products, tapi sekarang juga jadi wadah menampung pendapatku sendiri, buat dibaca sendiri (karena nggak akan ada yg baca juga 😅) ketika aku merasa buah pikiranku ini lebih baik disimpan sendiri aja. Terus, selain itu via chat (Line atau WhatsApp) atau email kalau urusan formal. Pokonya aku nggak hilang kok, aku disini kalau kamu butuh apa-apa, katakan saja apa yang bisa aku bantu.

Mengutip kata-kata "Hal paling berharga yang dapat diberikan seseorang kepadamu adalah waktunya. Karena ia takkan pernah kembali, hargailah." - unknown. Aku jadi merasa hubungan kami jadi semakin berkualitas, Hidupku jadi lebih damai karena tidak disibukkan dengan pencitraan demi mendapatkan pengakuan dunia yg sebenarnya aku nggak butuh. Simply i don't need your thumbs up on my photos, but i would be so much glad if you just talk to me personally, asking how's-life things, having a quality time together. I would really really appreciate that.


Minggu, 10 September 2017

Review Movie: Doukyuusei, Salah Satu Hal yang Penting dalam Hidup Gua

Percaya nggak percaya, gw udah muter anime ini lebih dari 30x dalam sebulan yang artinya gw nonton anime ini lebih dari sekali dalam sehari, nggak ngerti lagi dah. Ini adalah sebuah keputusan yang surprisingly nggak gw sesali soalnya tadinya gw download ini tanpa mengetahui synopsis dari ceritanya, gw lagi iseng buka lk21 terus entah kenapa gw kepincut sama posternya yang simple nan bersih. Ditelaah dari judulnya Classmate dan dua orang laki2, gw kira ini ceritanya adalah tentang persahabatan atau something inspiring gitu, ternyata ini anime yaoi alias gay romance. Sempet underestimate dan males nonton awalnya tapi yauda deh gw terusin aja, pertama kali nonton biasa aja. Biasaaaaa banget, terus entah kenapa gw kepengen muter lagi, terus gw baru notice kalau anime ini bikinnya serius banget. Dan lets say it’s deep ~
Doukyuusei

Ceritanya tentang dua anak sma di sekolah khusus cowok yang kasmaran, ada dua karakter utama yg pertama namanya Kusakabe Hikaru (Beyan), anak gaul gitaris band berwajah rupawan digandrungi cewek-cewek. Dan Sajou Rihito, yg disukain sama si beyan, murid yang terkenal pintar tapi cupu nan introvert di sekolah. Mereka cinlok karena mereka teman sekelas (Doukyuusei).

Gw suka banget sama gimana ceritanya ini menggambarkan suasana yang sederhana missal kayak waktu si beyan nganterin sajou satu payung berdua, terus waktu si sajou datang ke konser nya beyan, terus waktu beyan udh punya sim dan mereka boncengan berdua naik motor dll yaa silahkan ditonton sendiri ~ Then, gw suka banget sama karakter suara dubbernya sajou or kusakabe, both are perfect! Suaranya bikin adem bener, dan lagi karakter gambar ala nakamura asumiko ini manly banget walopun romance yak, jadi nggak menye-menye kesannya.  Cuma yg bikin gw rada gemes, dy open ending padahal gw masih mau nonton, duh sumpah kalo ini series gitu pasti gw bisa seharian nonton ini doang. Tapi untungnya dy ini punya sequel manga setelah mereka lulus SMA namanya Sotsugyosei.

Di sequel nya yang kedua gw kurang suka karena karakter Hara-sen nya banyak dan intens pengen sama sajou, gw kan senengnya liat sajou sama beyan aja, jangan sama hara-sen udah tuaa haha. Di sotsugyosei masih sama, hal2 sederhana yang biasa dilakukan pasangan remaja pada umumnya missal waktu sajou n beyan kencan di café, terus si beyan bawain bekal buat sajou, terus si beyan ketemu sama ibunya sajou dll. dan endingnya si beyan bilang ke sajou kalau nggak apa2 ldr dulu, dy bilang nanti kita akan menikah di umur mereka yang ke 20. Hueeeeeeee I really cant wait, ahelah jadi gemas~

Oiya, disini yg cowoknya itu si beyan, while sajou digambarkan sbg cowok yg agak lemah secara fisik, bahkan ada scene sajou sempat pingsan gitu Di kereta, anime ini ada lucunya juga, walopun gak sebanyak romance nya, nggak ada adegan ena-ena nya kok, paling banter cuma ciuman Dan itupun nggak ada bunyinya kyk mukbang wkwkw, jadi masih oke lah buat ditonton cowok.
Kusakabe Hikaru (Beyan)
Favorit!

Kesimpulannya gw suka anime ini melebihi kesukaan gw pada death note yang keren itu, gw nggak ngerti kenapa, gw hampir nggak punya bagian favorit cos I like every single thing about this anime termasuk lagu2nya. Sebenernya Cuma ada dua lagu sih, tapi ada sepenggal lagu nya ZGOK (band nya beyan) pas lagi konser di kichijouji, kalo tu lagu beneran ada pasti gw udh donlot. Ceritanya tu padahal deket sama kehidupan gw juga nggak, secara udah bukan jaman gw lagi teenage romance begini. Dan pada dasarnya gw emg gak suka romance, gw tau anime romance tu bejibun tapi entahlah nggak menarik buat gw. I feel like it’s really touching, dan gw suka nyetel ini dikala gw melakukan hal lain kayak pas lagi belajar di kamar, atau pas lagi gabut cuma sekedar scrolling2 handphone, anime ini selalu ada di flashdisk gw dan selalu nancep di tv. Dan gw berharap bangetttt next sotsugyosei bakal diadaptasi jadi anime juga plissssss. Sori yak, kalau reviewan gw jelek ini pertama kali gw review bahan tontonan, gw ngerasa ini penting direview soalnya anime ini udah jadi salah satu hal yang penting dalam hidup gw hahaha. Umur gw saat ini 22 tahun dan nggak tau sampai kapan gw akan berhenti nonton anime, mungkin nggak akan berhenti sampai gw tua dan punya cucu, then gw gabisa bayangin kalau nanti cucu gw masih bocah terus cerita ke ibu atau ayahnya “nenek lagi nonton anime” hahaha ^^

Sabtu, 09 September 2017

Review: Olay Total Effects 7 in One Day Cream Gentle

Hai, kali ini aku mau review singkat produk perawatan wajah dari olay. Sebenernya aku beli ini udah lama cuma aku bosen terus ganti sana ganti sini sampai akhirnya balikan lagi sama si olay ini. Sebelumnya aku pake krim wajah dari sensatia, emang lembap sih tapi setelah 1 bulan pemakaian kalau habis cuci muka kulit wajahku jadi kering banget dan bikin foundation cakey hiks T,T jadi aku balik lagi ke si olay ini.


Aku pakai olay total effects yang gentle tanpa pewangi dan tanpa SPF. Walaupun ini day cream tapi aku pake ini siang malam. Dan aku baru sadar kalau aku cocok banget pakai ini, kulit wajahku yg tadinya di bagian pipi kering kerontang flaky, patchy, nggak okedeh aja dipakein ini baru beberapa hari udah sembuh. Terus aku juga gak ngalamin purging/breakout apa2 pokonya enak aja pake ini. FYI jenis kulitku oily dan sedikit sensitive. Terus aku suka dy bikin kulit keliatan glowing, kalau pakai ini terus ditimpa compact powder atau two way cake yg ringan udah perfect deh buat sehari2, nggak bakalan cakey seharian, pokonya love, loooove it!

Entah kenapa ya si olay ini punya image anti aging yang kental, usiaku saat ini 22 tahun dan teman-teman sebayaku nggak satu dua orang yang heran kenapa aku pakai olay. soalnya kata mereka kalau pake ini berasa disamain sama ibu2 wkwkw ~ tapi kalian pasti udah pada tau kan kalau krim anti aging itu dipakai di masa peralihan dari muda ke tua untuk mempertahankan kemudaan (bahasa lau) dan menunda penuaan.

Oiya aku pernah pake serinya olay total effects yang day cream with spf tapi aku nggak cocok, jadi balik lagi ke si gentle ini. Kedepannya aku mau nambah krim malam natural white dan cream cleansernya. Cukup segitu dulu review an ku, maaf pendek soalnya aku lagi gak mood nulis tapi info ini berasa penting aja gt setelah aku ngaca dan notice my skin is getting better with olay total effects day cream gentle :D aku pasang foto wajahku jujur saat ini, bare face, no filter
Pardon my bentol digigit nyamuk sebelah idung XD
thanks for reading gaes  ðŸ˜˜

Senin, 21 Agustus 2017

Review: Wet n Wild Photofocus Foundation #Golden Beige

Hai all, kali ini aku mau review produk foundation drugstore dari wet n wild. Motivasiku beli foundie ini adalah karena Di YouTube banyak yg review foundie ini walaupun review nya mostly b aja, tapi aku ttp penasaran karena aplikatornya kayak spatula, aku belom punya foundie yg coleknya pake spatula kyk gini (plz penting banget xD) let's move to the review ~
Wet n Wild Photofocus Foundation Golden Beige

Packaging & Scent
Produk ini dikemas dalam botol kaca persegi yg ukurannya menurutku pas digenggam, aku seneng banget dengan kemasannya ini terlihat flat sekaligus elegant dari depan. Terus dy punya aplikatornya celup kayak spatula plastik gitu, ini memudahkan kita yg gamau tangan belepotan kena foundie. Wanginya ini kalo kataku hampir nggak ada bau parfumnya ya, dy slightly tercium aroma kimia tapi nggak lebay jadi oke lah still fine ~


Consistency
Dy punya tekstur yang agak encer gitu, best dipakai menggunakan beauty blender. Tadinya kukira kalau foundie encer kyk gini dy akan berangsur2 menjadi matte, tapi ternyata engga, dy ttp moist kayak BB cream tapi versi lebih coverage, coverage nya sendiri medium Dan dy bisa dipakai beberapa layer  (Buildable). Aku suka foundie yg gak terlalu Matte gini karena kalau keringetan dy nggak bikin wajah jadi dekil n de kumel.
Shade nya keterangan Di punggung tanganku karena tanganku lebih gelap daripada wajahku.

Shade
Aku beli ini online Dan aku cuma mengandalkan shade chart Dan telaah nama shade nya. aku punya warna golden beige, oiya kalau kamu punya kulit yellow undertone foundation yg ada embel2 golden nya kemungkinan besar akan cocok Di kulit kamu. Dan warna si wet n wild ini match banget sama tone kulit aku, pas gitu shade nya mencerahkan tapi nggak lebay, kalau diliat warna dari luar botol kayak putih gitu warnanya tapi pas di aplikasiin ke wajah warnanya jadi match dengan warna kulit. Oiya kalau kamu test dibaurin Di tangan gitu, dy akan terlihat shimmer yg rada kenceng, tapi pas dipakai Di wajah nggak terlalu keliatan kok, masih oke lah buat daily
Kiri foundation applied - Kanan bare face

Kiri foundie + Compact powder - Kanan Foundie only

Staying Power
Karena dy ini nggak Matte Dan menurut aku terlalu shiny kalau dipakai single tanpa set pakai powder, aku pakainya tambahin compact powder Matte n poreless dari Maybelline dan dy cukup ngecover pori2 dibawah Mata disamping hidung, jadinya smooth Dan oil control nya lumayan oke. Tapi karena dy medium coverage rasanya jadi agak berat kalau dipakai daily. Buat occasion tertentu foundie ini bisa banget bikin kulit wajah ready for make up. Aku akan simpan ini buat jalan2 Di siang ataupun malam hari karena dy nggak mengandung SPF yg berarti aman buat foto pakai flash hehe ~

Overall aku suka banget sama foundie ini, terutama karena shade nya yang pas buat kulit orang Indonesia. Dan dy nggak menimbulkan whitecast berlebihan. Oke banget dipakai malam hari. Repurchase yesssss banget. tapi entah kapan ini abisnya ya, karena aku nggak akan pakai ini tiap hari, aku mau pakai ini kalau aku lagi ke acara yg bisa full make up. aku beli ini Di tokopedia dengan harga 98.000,- thanks for reading gaes 😘

Minggu, 20 Agustus 2017

Review: Pixy Cover Smooth Two Way Cake

PIXY COVER SMOOTH

Hai gaes, kali ini aku mau review produk drugstore yg kamu pasti udah nggak asing lagi dengan merk Pixy, nah fyi mungkin bbrp kalian belom notice kalau si pixy ini adalah produk buatan Indonesia dengan lisensi dari jepang. Aku tu jarang banget beli produk drugstore lokal (oops) tapi ada beberapa pertimbangan knp aku akhirnya memutuskan buat beli bedak ini, langsung aja ke review nya yuk ~
Pixy cover smooth
Packaging
Nah, jadi faktor utama aku beli ini tu adalah packagingnya. Untuk bedak aku suka banget model case yg dibukanya dari samping kyk gini, nggak kayak kebanyakan bedak lokal yg bukanya ke atas kyk handphone flip gitu, menurutku kalau kacanya melebar gini akan lebih memudahkan kita buat liat sudut kecil kayak ujung Mata terus bisa lebih dekat sama wajah kita juga kacanya jadi lebih gampang kalo buat touch up alis. Terus menurutku ukurannya pas Di tangan, enak digenggam gitu kacanya lumayan besar Dan kemasannya simpel n sleek gitu  ada ukiran bunga2nya cantik deh nggak malu2in kalo dibawa2 wkwkw. Terus wadah bedak bagian dalamnya itu bukan yg biasa terbuat dari lempenga logam gitu, dy kyk plastik warna coklat dan nggak di lem jadi gampang banget buat ngangkat atau mau ganti2 refil bedak dari case nggak perlu dicungkil pakai sendok, ditebalikin aja dy jatoh, jadi hati2 ya ~ terus dy punya spons itu tebal dan pori2nya besar, kayaknya bakal lebih enak kalo spons ini dibasahin dulu. tapi aku blom coba pakai ini dlm keadaan basah ntar aku apdet lg. terus bagian belakang tempat spons ini ada lubang2nya lumayan besar agar si spons ini bisa bernafas Dan nggak lembap.




Tekstur & Wangi
Wanginya floral enak Dan kalo udh nempel Di wajah pun masih bisa kecium wanginya kayak setengah jam gitu tapi aku nggak terganggu dengan itu. Teksturnya agak keras Dan kalau diliat kasat Mata ada kyk shimmernya halus gitu, tapi pas nempel Di wajah nggak keliatan, oiya fyi buat kmu yg takut keliatan lebay kalo pake bedak yg ada shimmernya, shimmer itu nggak akan keliatan kalau kena cahaya outdoor, tapi kalo dari jarak deket Dan kena lampu baru keliatan. Jadi kalau kamu berkegiatan Di luar ruangan jangan takut keliatan lebay, shimmer itu bisa bikin wajah terlihat lebih cerah. Dan menurutku shimmer Di bedak Pixy ini pas buat outdoor ataupun indoor.

Shade
Pixy cover smooth ini punya 5 warna, aku punya shade Paling gelap no.5 light caramel, tadinya aku mau beli yg nomor 4 natural peach tapi lagi habis Dan sisa ini aja, drpd penasaran yauda aku beli aja. pertama kali liat warnanya aku udah desperate duluan karena warnanya gelappp banget apalagi case nya putih gitu jadi kontras sama warna light caramel ini, tapi pas aku pakai nggak segelap yg aku bayangkan kok, masih masuk Di skin tone aku yg Indonesia banget. oiya warnanya ini akan oxidize sekitar 20 menit pasca pemakaian awal Dan warna ini bikin sekitar bibirku rada greyish, so aku mau coba warna yg lebih light next time.
Pixy cover smooth no.5 light caramel

Kiri after application - Kanan bare face

Performance
Kesan pertama pas aku pakai ini Di bagian pipi samping hidung aku yg pori2nya lumayan gede, abis pakai pelembap langsung aku timpa pakai bedak ini (ini bukan bedak tapi TWC ya genks) pori2ku lumayan tersamarkan tapi nggak bikin wajah jadi flat,  terus dy juga lumayan nutupin aku punya telangi (pembuluh Sarah yg terlihat Di pipi) nggak cakey sama sekali, natural banget deh ini pas buat sehari2 Dan cocok buat teenage. Oil control nya juga oke, sekitar 5 jam gitu kira2, tapi dy masih kurang oke buat touch up (nggak Buildable) oiya karena dy sponsnya tebal Dan berongga kalau pakai ini jangan dioles, tapi ditepuk2 aja Dan jangan pelit2 nyicil bedak buat dapat hasil yg flawless Di wajah, kalau aku pakenya sekali cocok buat ngecover kulit sebesar spons nya jadi kira2 untuk seluruh wajah aku butuh 6 - 8 kali cocol.

Overall
Aku cukup puas dengan produk ini karena dengan harga semurah ini (aku beli ini dengan harga 37.000,- kalau refil nya sekitar 25rb an) liat kualitas nya worth the price so much. absolutely aku akan repurchase tapi dengan warna yg lebih light.

Review: Seger Snow Vanishing Cream & Seger Snow Moisturizing Cream Pink

Hai, kali ini aku mau review produk pelembap multifungsi dari Seger Snow, sebenernya aku beli ini karena nggak sengaja ada Di etalase toko kosmetik waktu aku mau beli bedak. Krim ini adalah produk pelembap multifungsi, aku mikirnya ini bakal kayak semacam Viva Skinfood atau Nivea Creme. Mirip nggak ya? langsung aja cek review nya yuk ~
Seger Snow Vanishing Cream

Item: Seger Snow Vanishing Cream (30gr) & Seger Snow Moisturizing Cream Pink (35gr)

Packaging


Seger Snow vanishing cream (kuning) dikemas dalam beberapa kemasan, tapi yg aku beli ini yg Jar Kaca. Tutupnya dari kayak Bahan semacam kaleng gitu, terus desainnya juga effortless, kuning biru yg mengingatkan ku kepada krim hazeline jadul, nothing special tapi entah kenapa produk yg luarnya kyk gini justru jadi data tarik buat aku karena kesannya dy nggak jual packaging, yg penting isinya. Nah kalo yg pink dy ada dua kemasan yg satu Di Jar plastik gini, yg satu Di tube (untuk cream aku lebih suka kemasan Jar daripada tube).


Fragrance
Kerjanya punya wangi yg hampir mirip, wanginya floral soft kayak bedak bayi. Yg pink wanginya lebih flowery dibanding yg kuning.
Seger Snow Moisturizing Cream

Tekstur
Keduanya punya tekstur yang mirip, tapi sedikit beda kalau yg kuning pas pertama kali buka Jar nya, dy kayak butter yg ditaro Di kulkas, tapi pas kita colek, dy jadi melting encer, nggak thick sama sekali. While yg pink teksturnya lebih lunak dan pas dioles dy kayak shiny Dan memantulkan cahaya kebiruan. Dua2nya cepat menyerap Dan finishnya kesed (Matte) nggak berasa lembap sama sekali. Bagi sebagian orang ini adalah nilai plus karena sama sekali nggak greasy, which mean bakal cocok untuk sebagian besar orang Indonesia yang kulitnya cenderung oily kombinasi. Beda banget sama viva Skinfood atau Nivea Creme yang concern buat ngelembapin. Buat yg nggak suka viva Skinfood/Nivea Creme yang menurutku juga terlalu greasy kalau dipakai Di wajah, boleh dicoba deh si Seger Snow ini

Efek
Kiri Seger Snow kuning - Kanan Seger Snow pink

Perbedaan utama diantara si kuning Dan si pink ini adalah dari concern nya. si kuning mengklaim dirinya adalah pelembap tok. Sedangkan si pink punya fungsi tambahan Mencerahkan. Kalau aku liat dari komposisinya hampir semua komposisinya si kuning ada Di komposisinya si pink, si pink punya komposisinya lebih banyak Dan salah satunya ada Waltheria Indica Extract yg aku gak tau itu tanaman apa tapi kalau aku liat Di Google dy adalah agen whitening. Walaupun si pink lebih komplit, tapi entah kenapa aku lebih suka sama yg kuning (mungkin karena aku lelah dengan krim embel2 membutuhkan hoho) Aku nggak ada rencana buat menjadikan keduanya skincare rutin aku, karena aku beli ini cuma keisengan belaka, kalau bagus ya syukur, nggak juga nggak nyesel. Untuk itu aku akan pakai si kuning buat day cream, base sebelum BB cream/foundation untuk 1 minggu ke depan, Dan si pink aku pakai buat di punggung kakiku yang belang.

(Nanti ku update hasilnya ya)

Rating (Nanti ku update)
Repurchase? (Nanti ku update) ini masing-masing harganya cuma idr 5.000,-  aku beli ini Di galleri cantik @ tokopedia Thanks for reading gaes 😘